Menkeu Sri Mulyani Masih Mengkaji Wacana Harga Rokok Naik Rp 50.000 !

0
1227
harga rokok

Menkeu Sri Mulyani Masih Mengkaji Wacana Harga Rokok Naik Rp 50.000 !

Indowarta.com– Menteri Keuangan yakni Sri Mulyani telah memberikan penjelasan mengenai wacana kenaikan harga rokok sampai Rp 50.000. Sri Mulyani mengatakan bahwa saat ini Kementerian Keuagnan (Kemenkeu) masih belum membuat peraturan yang baru mengenai harga juga dari rokok eceran atau tarif cukai rokok.

Sri Mulyani pada saat berada di Kantor Kementerian pada hari Senin mengatakan “Saya paham ada hasil kajian salah satu pusat kajian ekonomi apa yang disebut sentifitas kenaikan harga rokok terhadap konsumsi rokok,”.

Ani sapaan akrab Sri Mulyani mengatakan mengaku bahwa kini pihaknya sedang mengkaji tentang kenaikan tarif cukai walaupun masih belum memutuskan untuk kenaikan cukai rokok. Namun dirinya memastikan bahwa kebijakan harga jual dari eceran maupun cukai rokok akan dilakukan sesuai dengan Undang-Undang.

harga rokok

Sri Mulyani mengatakan “Juga sesuai rencana APBN 2017 yang saat ini masih proses konsultasi dengan berbagai pihak,” selain itu Kemenkeu juga berharap agar kebijakan harga jual eceran atau cukai rokok bisa diputuskan sebelum pembahasan APBN 2017 dimulai.

Disisi lain yakni produsen rokok nasional raksasa di Indonesia yakni PT. HM Sampoerna Tbk menilai bahwa rencana kenaikan cukai rokok ini harus dipertimbangkan secara menyeluruh.

Head of Regulatory Affairs, International Trade, and Communications Sampoerna yakni Elvira Lianita menyebutkan bahwa kenaikan harga drastis maupun kenaikan cukau secara eksesif bukan merupakan langkah yang bijaksana.

Elvira menilai bahwa aspek yang perlu diperhatikan sebelum menaikkan harga rokok adalah semua mata rantai industri tembakau, misalnya adalah petani tembakau, pekerja, pabrik, pedagang sampai kepada konsumen.

Di dalam RAPBN 2017 Pemerintah telah menargetkan pendapatan cukai sebesar Rp 157,16 triliun atau naik sebesar 6,12 persen dari target APBN Perubahan 2016 yakni sebesar Rp 148,09 triliun. Sedangkan untuk cukai hasil dari tembakau sendiri telah ditargetkan sebesar Rp 149,88 triliun atau naik sebesar 5,78 persen dari target APBNP 2016 sebesar Rp 141,7 triliun. Hingga saat ini kenaikan harga rokok ini masih menjadi polemik.

baca juga ;

Berita Terkini : Apa Alasan Harga Rokok Dinaikkan Sampai Rp 50.000 ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here