Bahaya, Danau Cantik Mulai Bermunculan Di Antartika, Es Di Kutup Akan Segera Mencair ?

0
2890
Danau Antartika

Bahaya, Danau Cantik Mulai Bermunculan Di Antartika, Es Di Kutup Akan Segera Mencair ?

Indowarta,com– Di bagian timur antartika, kini telah muncul ribuan danau. Danau tersebut nampak cantik dengan warna biru cerah yang menghiasinya. Namun sebenarnya kecantikan Danau Antartika tersebut merupakan salah satu pertanda buruk.

Ribuan danau tersebut disebut dengan nama supraglasial ini telah menjadi pertanda bahwa di bagian timur Antartika pun terdampak perubahan iklim. Stewart Jamieson dari Durham University mengatakan bahwa di Timur Antartika merupakan bagian benuya yang diasumsikan relatif stabil.  Tidak ada perubahan besar yang terjadi.

Di wilayah itu sangatlah dingin. Namun pada akhir-akhir ini Danau Antartika supraglasial terlah teridentifikasi di permukaan es.

Penelitian telah dilakukan oleh Jamiesson dan rekannya dengan menggunakan data satelit dai Badan Penerbagnan dan Atariksa Amerika Serikat (NASA). Peneliti telah mengungkapkan bahwa di dalam kurun waktu tahun 2000 sampai 2013, suhu di wilayah Antartika positif atau di atas titik beku air. Sedangkan suhu rata-rata pada bulan Januari kini telah mencapai 0,8 derajat celcius.

Danau Antartika

Apabila dibandingkan dengan kurun waktu tahun 2007 hingga 2008 ketika suhu berada diatas titik beku air hanya terjadi 5 hari serta suhu rata-rata pada bulan Januari mencapai -1 sampai 8 derajat celcius. Sedangkan jumlah danau yang terbentuk selama tahun 2012 sampai 2013 lebih banyak 36 danau.

Jamiesson mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan terbentuknya Danau Antartika ini secara tidak mengejutkan, berkaitan dengan suhu udara di wilayah tersebut. Jadi, jumlah maksimum danau, total luas danau, serta kedalaman danau akan mencapai jumlah terbesar apabila suhu memuncak.

Danau ini memang tidak bersifat permanen. Namun danau ini dinilai bisa mengganggu kestabilan es lain karena airnya bisa mengalir ke wilayah lain atau bergerakk ke lapisan es di bagian bawah. Apabila hal ini terus berlanjut, maka hal ini bisa memicu pelelehan es yang berjumlah besarr dan akan berkontribusi kepada kenaikan muka air laut secara global.

Sejak pencatatan dimulai, bulan Juli tahun 2016 merupakan bulan dengan suhu terpanas. Pada bulan Juli 2016 suhu mencapai 0,84 derajat cecius lebih tinggi dari pada suhu rata-rata pada tahun 1950 dan 1980.

baca juga :

Berita Terkini : Mengkaji Lebih Dalam Mengenai Wacana Harga Rokok Naik Jadi Rp 50.000, Bijak Kah ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here