Awas . .Ada Sanksi Ini Lho Jika Tak Segera Membuat E KTP Sampai Dengan Tanggal 30 September !

0
1881
E KTP

Awas . .Ada Sanksi Ini Lho Jika Tak Segera Membuat E KTP Sampai Dengan Tanggal 30 September !

Indowarta.com– Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk segera merekam data kependudukan atau membuat E KTP. Batas waktu yang diberikan adalah sampai 30 September 2016.

Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri yakni Arif Zudan Fakrulloh mengatakan bahwa kali ini ada sanksi administasi yang akan diterima masyarakat apabila tidak segera membuat E KTP. Sanksi administrasi ini adalah berupa penonaktifan KTP. Dengan begini masyarakat yang KTP nya tidak aktif maka tidak akan bisa mendapatkan pelayanan publik.

Zudan mengatakan “Contohnya, BPJS, itu kan basisnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), kemudian membuka kartu perdana itu basisnya NIK. Jika NIK tidak muncul, maka hak dia sebagai penduduk Indonesia tidak akan bisa dipenuhi,”.

E KTP

Contoh lain dari layanan publik yang tidak bisa didapatkan bila tidak membuat E KTP adlaah layanan perbankan, layanan kesehatan, layanan kepolisian, layanan izin mendirikan bangunan, surat izin perkapalan dan masih banyak lagi.

Selain itu Zudan juga menegaskan bahwa dara penduduk ini harus tunggal, tidak boleh ganda. Berdasarkan pantauan, saat ini penduduk Indonesia masih banyak yang mempunyai identitas ganda, bahkan ada juga yang lebih dari tiga KTP. Zudan menjelaskan untuk masyarakat yang datanya sudah di nonaktifkan, maka bisa langsung mengurus ke Dinas Dukcapil setempat.

Zudan mengatakan “Untuk masyarakat nanti yang datanya sudah dinonaktifkan bisa langsung datang ke Dinas Dukcapil, bukan kecamatan dan bukan juga kelurahan, karena kecamatan dan kelurahan hanya bisa membaca bukan mengakses,”.

Hingga saat ini terdapat 22 juta penduduk Indonesia atau 12 persen dari 183 juta yang masih belum melakukan perekaman KTP Elektronik. Saat ini baru 161 juta penduduk atau sebesar 88 persen yang sudah masuk dalam data E KTP, sisanya masih belum terekam. Program ini sudah diluncurkan semenjak tahun 2011 yang lalu. program ini bertujuan agar tidak ada penduduk yang mempunyai identitas ganda.

baca juga :

Berita Hari Ini : Hadirnya LRT Akan Tambah Merusak Pemandangan Jakarta ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here