Berita Hari Ini: Masuk Bulan September, Isu Kenaikan Harga Rokok Hanya Motif Perang Dagang !

0
1580
Harga Rokok

Berita Hari Ini: Masuk Bulan September, Isu Kenaikan Harga Rokok Hanya Motif Perang Dagang !

Indowarta.com– Penetapan mengenai harga rokok ini harus dikaji dan juga dipertimbangkan dengan sangat matang. Hal ini bertujuan agar industri tembakau nasional tidak terus terpojokkan karena berbagai isu yang telah menyebar.

Menurut pengamat hukum yakni Gabriel Mahal desakan untuk menaikkan harga rokok ini menjadi lebih mahal semata-mata karena motif agenda perang dagang dengan idustri farmasi global. Gabriel mengatakan bahwa membandingkan harga rokok Indonesia dengan Singapura itu sangat salah kaprah karena Singapura sama sekali tidak memiliki kepentingan terkait dengan tembakau. Terlebih lagi Singapura juga tidak memiliki petani tembakau.

Di Singapura sendiri kini sudah memiliki fasilitas untuk perorkok walaupun mereka sama sekali tidak ada kepentingan terhadap tembakau. Kemudian di negara Jepang juga memberikan lokasi merokok di kereta api. Selain itu di stasiun juga terdapat gerbong yang dikhususkan untuk para perokok.

Gabriel mengatakan bahwa orang boleh merokok dan disediakan tempat khusus untuk merokok hingga koreknya. Sementara itu di Indonesia industri hasil tembakau terus dipojokkan.

harga rokok

Menurut Gabriel, tudingan terhadap industri tembakau ini sungguh sangat tendensius. Gabriel mengatakan “Di situ saya kira kita harus sangat kritis terhadap klaim seperti itu,”. Selain itu dirinya juga memperingatkan tentang salah satu poin dari FCTC yakni mengenai kaharusan pemerintah untuk menggunakan produk nikotin sintesis untuk terapi.

Hal ini dikatakan akan menambah beban impor negara. Padahal pengahsilan APBD itu salah satunya bersumber dari pajak. Selain itu Gabriel menilai bahwa niat pemerintah untuk mengkampanyekan dampa negatif dari tembakau ini sebagai salah satu dari bagian strategi untuk menjaring konsumen nikotin replacement dalam jangka panjang.

Di sisi lain kelompok yang anti tembakau terus mendesak agar harga rokok naik hingga Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Diduga hal ini bertujuan agar harga rokok mendekati produk nicotine replacement therapy (NRT) yang saat ini sudah beredar di pasar kurang lebih seharga Rp 58.000. dengan begitu harga NRT ini akan lebih kompetitif dengan harga rokok yang lainnya.

baca juga :

berita Hari Ini : Harga Rokok Naik, Rugikan Tenaga Kerja ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here