Berita Hari Ini: Mengaku Khilaf Saat Dicokok KPK, Bupati Banyuasin Akan Berangkat Haji Dengan Uang Korupsi ?

0
701
Bupati Banyuasin

Berita Hari Ini: Mengaku Khilaf Saat Dicokok KPK, Bupati Banyuasin Akan Berangkat Haji Dengan Uang Korupsi ?

Indowarta.com– Acara selamatan kepergian Bupati Banyuasin yakni Yan Anton Ferdian untuk naik haji ke Tanah Suci di rumah dinas pada hari Minggu 4 Septermber 2016 kini mendadak heboh. Pasalnya di acara tersebut telah datang juga belasan orang yang berseragam KPK beserta anggota Brimob yang kemudian mengangkut beberapa pejabat Banyuasin.

Beberapa pejabat yang dimaksud diduga adalah Bupati YAF, Sekda Fir, Kadis Diknas Mar dan juga pegawai Diknas Rus. Mereka sema langsung dimasukakkan ke dalam mobil Toyota Innova hitam. Tidak hanya itu, pada saat itu keadaan rumah sedang ramai-ramainya karena telah menggelar acara selamatan kepergian Bupati Banyuasin beserta dengan keluarga yang telah dijadwallkan pada tanggal 6 September 2016.

Di dalam acara tersebut, hampir seluruh kepala dinas, badan dan kantor beserta anggota dewan, Muspida dan tokoh masyarakat telah hadir di dalam acara selamatan tersebut. mereka semua telah menyaksiskan rombongan KPK darang dengan mengenakan lima mobil Innova serta mobil patroli Brimob telah menjempeut pejabat yang diduga melakukan korupsi tersebut.

Bupati Banyuasin

Salah satu orang yang menyaksikan KPK yang telah membawa empat pejabat tersebut mengatakan bahwa kejadian ini terjadi tidak begitu lama, kurang lebih kejadian ini terajdi selama 15 menit. Dia menyebutkan bahwa sepertinya Bupati, Sekda, dan Kadis diknas terlihat ikut digiring bersama dengan petugas KPK. Entah mau dibawa kemana, terlibat dengan masalah apa dirinya juga masih belum mengetahui pasti.

Sementara itu, terkait dengan kejadian tersebut, pihak Pemkab Banyuasin sendiri masih enggan untuk memberikan komentar. Selain itu Nomor Telefon Kabat Humas saat ini juga masih belum bisa dihubungi. Para kepala dinas yang lainnya yang ikut menyaksikan di kejadian tersebut juga masih memilih untuk diam terkait dengan kejadian tersebut.

Dari berita yang sudah tersebar, diduga bahwa Yan telah menerima uang suap sebesar Rp 1 miliar. Diduga bahwa uang tersebut telah diberikan oleh seorang pengusaha untuk menyuap Yan terkait dengan alokasi dana pendidikan sebesar Rp 21 miliar. Pada saat operasi, penyidik dikabarkan telah membawa yang sebesar Rp 300 juta. Namun hingga saat ini masih belum terkonfirmasi.

baca juga :

Berita Terkini: Presiden Jokowi Akan Ajukan Budi Gunawan Sebagai Calon Kepala BIN Ke DPR?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here