Berita Terkini: Ini Alasan Utama Presiden Duterte Layangkan Hinaan Pada Presiden Barrack Obama !

0
2218
Mayor-Rody-Duterte-1

Berita Terkini: Ini Alasan Utama Presiden Duterte Layangkan Hinaan Pada Presiden Barrack Obama !

Indowarta.com– Presiden Filipina yakni Duterte telah berani mengatakan bahwa Barrack Obama “anak pelacur” dan telah memperingatkan pemimpim Amerika Serikat itu agar tidak mengangkat masalah hak asasi manusia.

Duterte ditanyai seorang wartawan terkait dengan bagaimana reaksinya jika presiden Obama mananyakan tentang upaya perang perdagangan oat gelap yang dilakukan olem pemerintah Filipina. Sejak Duterte telah memenangkan pemilihan umu, ratusan orang terbunuh karena oparasi antinarkotika walaupun dunai internasional sudah menyatakan kecaman.

Duterte menegaskan bahwa kampanye anti narkoba akan terus berlanjut. Selain itu dirinya juga menambahkan bahwa dirinya tidak mempedulikan pendapat dari orang yang mengamati tindakannya tersebut dengan menambahkan tidak menerima perintah dari Amerika Serikat yang sebelumnya pernah menjajah Filipina.

Duterte sendiri dan Obama telah dijadwalkan bahwa akan bertemu pada hari Selasa 6 September 2016 di Laos yakni di sela-sela pertemuan puncak ASEAN. Di dalam konferensi pers yang digelar menjelang keberangkatannya di Laos Duterte mengatakan “Anda harus menghormati. Jangan hanya melempar pertanyaaan dan pernyataan. Anak pelacur, saya akan mengutukmu di forum tersebut,”.

Mayor-Rody-Duterte-1

Sebelumnya, pada masa kampanye sendiri Duterte memang sudah berjanji bahwa dirinya akan mengambil tindakan tegas atas peredaran narkotika. Setelah dirinya terpilih menjadi presiden pada bulan Mei yang lalu, telah berlangsung beberapa pembunuhan oleh aparat keamanan maupun kelompok sipil bersenjata yang terkait dengan perdagangan narkotika di Filipina.

Pada pekan ketiga bulan Agustus, Kepolisian Filipina sendiri telah mengatakan bahwa ada sekitar 1.900 orang yang terbunuh dalam operasi penggerebekan narkotika di negara yang kini tengah dipimpin Duterte.

Sudah berulangkali PBB telah mengecam kebijakan tersebut dan menyatakan bahwa hal tersebut adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia. Agama mayoritas di Filipina yakni Gereja Katolik Roma juga mengecam tentang kebijakan yang dibuat oleh Duterte tersebut.

Banyak yang akan mati, banyak yang akan terbunuh hingga penjual obat bius terakhir ke luar dari jalanan. Sampai pembuat narkotika terakhir. Dirinya tidak peduli dengan orang orang yang mengkritik kebijakannya tersebut.

baca juga :

Berita Terkini: Terungkap Fakta Mengejutkan Dibalik Perampokan di Pondok Indah !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here