Sst . . Begini Lho Cara Mendapatkan Uang Dari Yooutube Menurut Team Leader Niken Sasmaya, Catet Ya !

0
1020
youtube

Sst . . Begini Lho Cara Mendapatkan Uang Dari Yooutube Menurut Team Leader Niken Sasmaya, Catet Ya !

Indowarta.com- Team leader online partnership YouTube South East Asia and Australia-New Zealand, Niken Sasmaya telah mengungkapkan tentang sistem pengiklanan di Youtube. Setelah acara pembukaan YouTube space yang digelar di Jakarta pada hari Kamis kemarin, Niken mengatakan bahwa ada beberapa tipe dari pembarayana Youtube. Ada cost per view, ada cost per impression dan juga ada cost per click juga. Pihak Youtube telah memberikan kebebasan bagi para pengiklan.

Youtube akan membayar ketika melakukan apa yang sesuai dengan ketentuan. Kreator akan mendapatkan revenue share dari pengiklan yang telah memasang iklan i Google. Niken menjelaskan bahwa cos per view adalah iklan yang diputar sebelum video dimulai dan memiliki durasi dari 15 hingga 30 detik. Iklan tersebut ada yang bisa dilewati dan ada yang tidak bisa dilewati. Jika iklan dilewati, pengiklan tidak akan membayar dan kreator tidak akan mendapatkan apa-apa.

Kemudian ada juga cost per impression. Pada cost per impression ini pengiklan tidak begitu memusingkan tentang clickers atau posisi dimana tampilnya iklan. Yang penting iklan muncul dan dilihat oleh banyak orang.

youtube

Untuk mengincar awarness publik, pengiklan biasanya telah memilih jenis iklan seperti ini. Iklan cost impression ini biasanya datang dalam format banner.

Sedangkan untuk iklan cost per click dihitung ketiak user telah meng-klik iklan. Jika iklan tidak di klik , maka pengiklan tidak akan membayar kepada Youtube dan kreator tidak mendapatkan apa-apa. Pembayaran akan dilakukan setip bulan. Namun dengan menggunakan Youtube Analystics, kreator akan bisa menghitung pendapatannya dari iklan pada setiap harinya.

Sistem monetisasi untuk kreator akan berjalan bagi kreator secara otomatis dimulai semenjak para kreator membuat channel Youtube dan kemudian mengunggah konten original. Niken mengatakan bahwa sebuah video di Youtube layak dimonetisasi atau tidak itu tergantung pada kebijakan pada setiap negara.

Terdapat beberapa video yang tidak dikehendaki untuk tidak dipasang iklan. Sebagia contohnya adalah video yang mengandung unsur pornografi. Konten seperti itu akan secara terus-menerus dilacak dan akan di hapus dari Youtube.

baca juga :

Bigo Live Jadi Salah Satu Sarana Ajang Pamer Body Hingga Promosi Pekerja ‘Esek Esek’ Online !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here