Berita Terkini: Jaksa Tanggapi Pemeriksaan Barang Bukti Kematian Mirna Tak Sesuai Peraturan Dalam Sidang Jessica Wongso !

0
1195
Jessica wongso

Berita Terkini: Jaksa Tanggapi Pemeriksaan Barang Bukti Kematian Mirna Tak Sesuai Peraturan Dalam Sidang Jessica Wongso !

Indowarta.com– Ardito Muwardi yang merupakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang telah menangani kasus kematian Wayan Mirna Salihin mengatakan bahwa persyaratan teknis yang diatur di dalam prosedur pemeriksaan barang bukti kasus keracunan berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 10 taun 2009 hanya wajib dipenuhi apabila otopsi telah dilakukan.

Menurut Ardito, dalam kasus kematian Mirna ini, jenazah hanya diambil sampel organ tubuhnya dan tidak dilakukan otopsi. Setelah persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari Rabu 14 September 2016 mengatakan “Itu kan syarat untuk otopsi. Ya artinya diharapkan itu adalah ketika diotopsi seperti itu. Ini dalam hal ini tidak dilakukan otopsi,”.

Oleh karena itu, syarat-syarat pemeriksaan organ dan cairan tubuh tidak perlu dilakukan karena jenazah Mirna tidak di otopsi.

Dalam persidangan yang telah digelar kemarin itu, kuasa hukum dari pihak terdakwa yakni Otto Hasibuan telah menyinggung tentang syarat-syarat teknis pemeriksaan barang bukti dalam kasus keracunan.

jessica wongso

Dengan menggunakan layar proyektor di dalam persidangan, Otto telah menunjukkan soft file Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2009 tentang Tata Cara dan Persyaratan Permintaan Pemeriksaan Teknis Kriminalistik Tempat Kejadian Perkara dan Laboratoris Kriminalistik Barang Bukti kepada Laboratorium Forensik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Menurut kuasa hukum dari Jessica, pemeriksaan barang bukti kematian Mirna ini tidak sesuai dengan peraturan Kapolri. Peraturan yang telah dimaksudkan oleh kuasa hukum Jessica Wongso itu adalah dua pasal yang merupakan bagian dari judul “Pemeriksaan Barang Bukti Keracunan”.

Dua pasal yang dimaksud itu adalah pasal 58 dan 59. Pada pasal 58 telah menyatakan bahwa pemeriksaan barang bukti keracunan dilaksanakan di Labfor Polri dan/atau tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu pada pasal 59 telah menyebutkan tentang penjelasan teknis mengenai pemeriksaan barang bukti keracunan tersebut.

Pasal 59 ayat 2 telah menyebutkan bahwa pemeriksaan barang bukti keracunan untuk korban mati wajib memenuhi persyaratan teknis, yakni pemeriksaan lambung beserta isinya, hati, ginjal, jantung, tissue adipose (jaringan lemak bawah perut), dan otak.

Pasal 59 juga menjelaskan bahwa pemeriksaan cairan tubuh, yakni 25 mililiter urine dan 10 mililiter darah, sebagai langkah yang harus dilakukan. Sampel masing-masing organ tubuh diambil 100 gram. Pengambilan barang bukti organ dan cairan tubuh tersebut dilakukan oleh dokter pada saat otopsi.

baca juga :

Berita Hari Ini : Harapan Kembaran Mirna Salihin Untuk Hukuman Jessica Wongso !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here