Warga Kalijodo Tuntut Ke PTUN “Apakah Ahok Lupa Bisa Jadi Gubernur Adalah Bagian ‘Berkah Demokrasi’?

0
1115
Ahok-

Warga Kalijodo Tuntut Ke PTUN “Apakah Ahok Lupa Bisa Jadi Gubernur Adalah Bagian ‘Berkah Demokrasi’?

Indowarta.com– Ramzan Arif Nasution sebagai kuasa hukum warga Kalijodo direncanakan segera menggugat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Razman mengatakan bahwa gugatan yang dilayangkan untuk Pemerintah yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tersebut mengenai Surat Peringatan Pertama.

Surat Perinagatan dari Pemerintah Koa Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang ditujukan pada warga Kalijodo berisi tentang pengosongan daerah Kalijodo dan juga bangunannya dalam kurun waktu tujuh hari. Menurut ramzan pada hari senin 22 Februari 2016, berkas gugatan saat ini sudah lengkap siap untuk segera dikirimkan ke Pengadilan Tinggi Tata Negara.

Berkas gugatan tersebut berisi tentang menundaan eksekusi penggusuran kawasan Kalijodo. Bahkan untuk Operasi Penyakit Masyarakat yang sudah dilakukan polisi dan TNI, pihak kuasa hukum juga akan menggugat Polri dan TNI karena ada beberapa barang warga yang hilang ketika operasi tersebut berlangsung. Barang yang hilang berupa beberapa celengan yang dibongkar paksa dan diambil isinya, selain itu rokok yang dijual juga diambil semuanya.

Warga Kalijodo berkumpul

Sementara itu mencuat kritik terhadap Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta karena beberapa keputusannya mulai merugikan dan mendzolimi masyarakat DKI Jakarta.

Contohnya adalah penggusuran kawasan Kalijodo yang sampai saat ini tampak sekali bekas – bekas pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Polri dan TNI atas perintah Ahok.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi berbicara bahwa dirinya meminta agar AHok untuk lebih hormat terhadap hak – hak sipil. Banyak cara yang bisa digunakan untuk menghadapi masyarakat yang digusur rumahnya selain dengan cara militer.

Penggusuran tersebut lebih berimbas buruk ke masyarakat miskin dan malah menjadi sumber penghasilan dari pebisnis property.

Menurut Adhie, semua hal yang dilakukan Ahok dengan kekuatan militer merupakan hal yang sudah lama ingin sekali dihilangkan oleh masyarakat Indonesia. Ahok seperti lupa akan kulitnya dengan asaz demokrasi yang sudah melekat pada negeri Indonesia khususnya DKI Jakarta. Kekuatan paham demokrasi berasal dari dialog bukan kekuatan militer.

Seperti halnya yang sudah terjadi pada hari sabtu silam di daerah Kalijodo, kekuatan militer sudah beraksi dan meninggalkan bekas yang sangat memilukan. Padahal Gus Dus sebagai guru besar sangat menganjurkan bahwa semua hal bisa diselesaikan dengan dialog jujur dalam hal ini berdialog dengan Warga Kalijodo.

baca juga : Kalijodo Seperti Kota Mati” Penjaja Hengkang, Pemilik Kafe Tidur Di Kolong Tol !!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here