Berita Terkini: Eksploitasi Berlebihan Di Kawasan Konservasi Diduga Jadi Penyebab Utama Banjir Bandang Terjang Garut !

0
1423
Banjir Garut
Copyright©republlika

Berita Terkini: Eksploitasi Berlebihan Di Kawasan Konservasi Diduga Jadi Penyebab Utama Banjir Bandang Terjang Garut !

Indowarta.com– Faktor lingkungan memang erat kaitannya dengan bencana alam yang terjadi pada suatu daerah. Salah satu penyebab dari becana alam adalah kerusakan lingkungan seperti banjir bandang yang telah terajdi di Kabupaten Garut.

Anang Sudarna yang merupakan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat mengatakan bahwa di kawasan konservasi yang dlinidungi di Garut memang telah terjadi banyak eksploitasi lingkungan. Eksploitasi lingkungan ini telah dilakukan oleh pengembang yang melanggar Rencana Detail Tata Ruang.

Pada hari Rabu 21 September 2016 Anang mengatakan bahwa ketika di kawasan tersebut tata ruangnya adalah hutan lindung, harus kita hormati. Di kawasan tertentu di Garut, misalnya adalah di Cipanas . disana terdapat Gunung Guntur dan sekarang beberapa pengusaha telah mengeksploitasi pasir di lingkungan terebut. Pihaknya sudah menghentikan itu namun masih tetap saja kekeuh.

Banjir Garut
Copyright©tamasya

Tidak hanya itu saja, Anag juga menyebutkan bahwa di Darajat juga terjadi eksploitasi dengan pembangunan di kawasan komersil. Menjadi lokasi pariwisata, pembangunan penginapan, restoran hingga pemandian air panas begitu marak.

Padahal kawasan tersebut merupakan lahan konservasi yang tidak boleh ada pembangunan. Namun hal tersebut masih terus saja dipaksakan oleh pelaku bisnis yang hanya melihat potensi bisnis saja. Anang mengatakan “Ada daerah yang tidak boleh dibangun, tidak boleh dirusak, harus tutup vegetasi tapi dipaksakan,”.

Anang sendiri mengaku bahwa dalam konteks ini dirinya tidak bermaksud untuk mencari pihak yang salah. Bencana yang terjadi ini bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah untuk tidak mengizinkan pengusaha membangun yang tidak sesuai dengan RDTR. Hal ini karena dampak besar dari kerusakan lingkungan ini akan memberikan kerugian bagi masyarakat itu sendiri.

Tidak hanya di Garut saja, Anang juga menyebutkan pemerintah daerah yang lainnya juga harus memperhatikan hal ini. Anang mengatakan “Mungkin sekarang baru Garut dan Sumedang. Jangan sampai di tempat lain. Boleh jadi di Bandung Selatan atau Bandung Utara yang banyak dibangun rumah dibangun cotage,”.

baca juga :

Berita Terkini: Korban Banjir Tewas Di Garut Bertambah Jadi 6 Orang, 16 Lainnya Dinyatakan Hilang !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here