Berita Terkini: Hari Pertama Pendaftaran Pilkada DKI , Pendukung dan penolak Ahok Berbaur Jadi Satu !

0
887
pendukung-ahok
Copyright ©jawapos

Berita Terkini: Hari Pertama Pendaftaran Pilkada DKI , Pendukung dan penolak Ahok Berbaur Jadi Satu !

Indowarta.com – Pembukaan pendaftaran bagi calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkda yang akan digelar 2017 mendatang, telah dibuka sejak Rabu (21/9/16).

Pada awal dibukanya pendaftaran tersebut, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat,telah dipadati oleh massa dari pendukung dan penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Mereka yang datang secara berbondong-bondong bersamaan dengan hari pendaftaran yang akan dilakukan oleh Ahok dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat, yang bakal menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pikkada DKI.

Dari pihak massa yang menyatakan dukungan kepada Ahok-Djarot pada Pilkada DKI ini telah datang pada pukul 12.00 Wib. Mereka yang mengenakan kaos yang menyimbulkan relawan dari Ahok-Djarot.

Ada juga dari massa tersebut yang memakai seragam partai yang telah mendukung keduanya, yaitu PDIP, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Nasdem.

Dan para massa dari pendukung Ahok-Djarot ini juga telah membentangkan poster di sekitar kantor KPU, dalam poster tersebut bertuliskan “sudah terbukti dan teruji” disertakan dengan foto kedua kader tersebut.

Mereka juga membawa bendera partai yang telah mengusung Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI. Mereka yang berkumpul didepan kantor KPU terus meneriakkan dukungannya kepada pasangan tersebut meski dalam keadaan hujan.

Mereka yang terus menyayikan yel-yel dukungan kepada Ahok –Djarot hingga kedua pasangan dalam Pilkada DKI tersebut meninggalkan kantor KPU. Dan massa tersebut beberapa menit kemudian membubarkan diri.

massa-penolakan-ahok
Copyright ©Kompas

Sekitar satu jam Ahok dan Djarot meninggalkan kantor KPU. Giliran massa yang menamakan diri Aliansi Gerakan Selamatkan Jakarta (GSJ), mereka berbondong-bondong mendatangi kantor KPU.

Mereka yang datang bersama aktivis perempuan Ratna Sumpaet untuk menemui Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno. Dia dan massanya meminta kepada puhak ketua KPU untuk tidak memeloloskan Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI.

Massa dari penolakan Ahok dalam Pilkda DKI ini menggunakan pakaian berwarna hitam dan ikat kepala berwarna merah, sambil membentangkan spanduk yang menandakan penolakan terhadap Ahok.

“Kami ingin mengawal dan menginginkan Kota Jakarta dipimpin oleh orang yang bersih,” ujar orator menggunakan pengeras suara.

baca juga : Berita Terkini: PDIP Tegaskan Tak Ada Mahar Politik Untuk Pasangan Ahok dan Djarot Di Pilgub DKI, Yakin?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here