Berita Terkini: Potret Burukya Daerah Aliran Sungai Cimanuk Harus Dibayar Mahal Dengan Tragedi Banjir Bandang Di Garut !

0
981
Banjir Bandang Garut
Copyright©tribun

Berita Terkini: Potret Burukya Daerah Aliran Sungai Cimanuk Harus Dibayar Mahal Dengan Tragedi Banjir Bandang Di Garut !

Indowarta.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menilai bahwa banjir Garut  yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat dikarenakan daerah aliran sungai (DAS) di Sungai Cimanuk yang sudah semakin kritis. Hal ini telah mengakibatkan apabila terajdi hujan dengan intensitas yang tinggi, maka bencana banjir dan juga longsong tidak akan terhindarkan.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sejak tahun 1980 daerah aliran Sungai Cimanuk yang berada di Kabupaten Garut yang bermuara ke Kabupaten Indramayu sudah ditetapkan kritis. Kini Daerah aliran Sungai Cimanuk sudah beralih fungsi menjadi lahan pertanian.

Banjir Bandang Garut
Copyright©galamedianews

Pada saat di Graha BNPB, Jalan Pramuka Raya, Rawamangun, Jakarta Timur pada hari Rabu 21 September 2016 Sutopo mengatakan bahwa pada tahun 1995 penduduk yang berada di sekitar DAS Cimanuk ini kurang dari 3,08 juta Jiwa. Kemudian pada terjadi peningkatan yang signifikan pada tahun 2005 yakni sebesar 4,4 juta jiwa. Sebagian dari mereka bermata pencaharian sebagai petani.

Sutopo menjelaskan parameter kerusakan DAS dari sungai Cimanuk ini diukur dari koefisien rejim sungai (KRS) atau perbandingan debit maksimum pada saat terjadi banjir dan juga perbandingan debit minimum pada saat tidak terjadi banjir pada musim kemarau. DAS buruk jika koefisien rejim sungainya di atas 80 tetapi di Sungai Cimanuk mencapai 713 KRS. Ini menunjukan bahwa kerusakan yang masif di DAS Cimanuk.

Menurut dirinya, KRS yang ada di sungai Cimanuk ini merupakan yang terburuk dibanding dengan sungai-sungai yang lainnya di Pulau Jawa misalnya Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Hal ini berakibat ketika terjadi hujan yang lebat dikonversi ke permukaan dan terjadi banjir, ketika hujan reda banjir lebih cepat surut.

Banjir bandang menerjang pada Selasa malam, 20 September. Banjir Garut melanda tujuh kecamatan di Garut: Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karang Pawitan, dan Samarang.

baca juga :

Berita Terkini: Begini Detik Detik Banjir Bandang Di Garut yang Tewaskan 23 Korban Jiwa !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here