Berita Terkini: 20 Ribu Buruh Siap Serbu Ibu Kota Hari Ini Tuntut Cabut Tax Amnesty !

0
1221
unjuk-rasa-di-jakarta
Copyright ©realfree-indonesia

Berita Terkini: 20 Ribu Buruh Siap Serbu Ibu Kota Hari Ini Tuntut Cabut Tax Amnesty !

Indowarta.com – Hari ini, Kamis (29/99/16) Jakarta bakal dikepung oleh 20 ribu buruh yang akan melakukan demo. Mereka menolak kepada pemerintah untuk mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 terkait dengan pengupahan.

Dalam unjuk rasa ini mereka juga menolak Undang-Undang Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Aksi ini  atau pengampunan pajak. Aksi ini ini dilakukan oleh para buruh dari gabungan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), mereka datang dari 20 provinsi dan 150 kabupaten kota.

Dan rencananya aksi ini akan dilakukan yang dimulai dari Purwakarta, Cawang, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, dan sebagian Serang. Dan ribuan buruh ini akan melakukan pengepungan terhadap Jakarta dan akan berkumpul pada Parkiran Irti Monumen Nasional.

Kemudian mereka lakukan perjalanan menuju Balai Kota, Patung Kuda, Mahkamah Konstitusi (MK), hingga Istana Negara. Dan hal ini mereka lakukan untuk penolakan terhadap peraturan pemerintah dan Undang-Undang Tax Amnesty.

Sekretaris Jenderal KSPI M. Rusdin mengungkapkan, aksi para buruh ini adalah supaya pemerintah melakukan penarikan terhadap UU Tax Amnesty, karena mereka beranggapan UU tersebut telah mencederai masyarakat.

UU Tax Amnesty ini akan mengampuni kepada orang yang memiliki usaha besar ataupun orang-orang yang melakukan penaruhan uang di luar negeri, sehingga dengan hal ini mereka tidak akan dikenakan pajak yang sudah berlaku.

unjuk-rasa
Copyright ©ccn

“Kami sudah mengajukan yudicial review terhadap Undang-undang Tax Amnesty. Kita sepakat, bahwasanya pemerintah hari ini sedang mengalami devisit anggaran. Kalau targetnya Rp165 triliun, menurut kami banyak cara. Tidak perlu pakai tax amensty. Ada utang piutang dari kementerian, BUMN, BUMD, maupun Bea Cukai yang nilainya lebih dari Rp300 triliun. Juga bisa utang piutang dari BPPN dan lainnya,” jelas Rusdi, Selasa, 27 September lalu di Polda Metro Jaya.

Rusdi juga mengatakan penolakan PP Nomor 78 karena hal itu telah bertentangan dengan UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan. Dan juga upah murah yang telah diberikan kepada buruh. Seperti yang ada di Jawa Barat yang masih ada buruh yang dibayar dengan upah minimum padat karya.

Dalam aksi yang dilakukan oleh para buruh ini. Pasti akan menyebabkan kemacetan lalu lintas di ibu kota , oleh karena itu polisi telah menyiapkan rekayas lalu lintas saat unjuk rasa berlangsung.

baca juga : Berita Terkini : Begini Penegasan Sri Mulyani Soal Tax Amnesty Yang Resahkan Petani Hingga Pensiunan !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here