BMKG: Puncak Musim Penghujan ‘Diperpanjang’ Jadi Bulan Januari Sampai Awal Februari !

0
834
BMKG: Puncak Musim Penghujan 'Diperpanjang' Jadi Bulan Januari Sampai Awal Februari !
Copyrigth©

BMKG: Puncak Musim Penghujan ‘Diperpanjang’ Jadi Bulan Januari Sampai Awal Februari !

Indowarta.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau biasa disebut BMKG mengatakan, jika untuk wilayah Jabodetabek sedang memasuk puncak musim hujan saar ini. Meskipun dalam beberapa hari terakhir ini hujan tidak nampak turun pada minggu pertama di Januari 2017, hal ini dikarenakan siklon tropis yang ada di wilayah utara Australia.

Menurut Mulyono Rahadi Prabowo, Deputi Bidang Klimatologi BMKG mengatakan jika daerah Jabodetabek untuk bulan Januari 2017 ini merupakan puncak musim hujan, dan diprediksi hingga awal Februari nanti. Memang beberapa hari ini hujan sempat tidak turun, namun hal tersebut karena adanya siklon tropis di utara Australia.

WAJIB BACA :  BMKG Beri Penjelasan Soal Hujan Es di Kota Bandung!
BMKG: Puncak Musim Penghujan 'Diperpanjang' Jadi Bulan Januari Sampai Awal Februari !
Copyrigth©Merdeka

Menurutnya, siklon tropis juga bisa menjadi penyebab banjir yang beberapa waktu lalu menerjang Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di daerah Bima. Ia menambahkan jika siklon tropis yang terjadi di utara Australia itu membuat pertumbuhan awan di kawasan NTB dan sekitarnya menjadi intens dan menciptakan hujan lebat.

Tidak hanya itu saja, bahkan kawasan Nusa Tenggara Timur, Bali, dan juga Lombok juga terkena dampak dari siklon tropis ini sehingga membuat curah hujan didaerah tersebut sangat lebat.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera pihak BMKG juga telah memprediksi jika segera memasuki puncak musim hujan. Hal ini tidak terlepas dari aliran udara yang telah melewatu Samudera Hindia membawa banyak uap air, sehingga hal tersebut bisa membentuk awan dan merubahnya menjadi hujan nanti.

WAJIB BACA :  Berita Hari Ini: Hati Hati, BMKG Prediksi Angin Kencang Disertai Hujan Akan Landa Jabodetabek Malam Nanti !

Petugas BMKG ini juga menambahkan jika Sumatera Barat juga akan mengalami pertumbuhan awan yang cukup intens nanti. Pertumbuhan awan di Sumatera Baat tersebut bisa menimbulkan hujan, baik dalam skala lokal dan juga regional nantinya.

Baca juga : Cuaca Ekstrim dan Tak Menentu Akan Terjadi di Jabodetabek, Begini Penjelasan BMKG !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here