Berita Terkini: Perlu Keterlibatan BMKG dan BPPT Dalam Upaya Peningkatan Produksi Garam !

0
1096
BMKG
Copyright©sorotgunungkidul

Cuaca Tak Menentu, BMKG dan BPPT Perlu Terlibat Tak Sekadar Koordinasi !

Indowarta.com– Keterlibatan BMKG (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dirasa sangat perlu untuk meningkatkan produksi garam di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Abdul Halim selaku pengamat kelautan dan perikanan.

Seperti yang dikutip dari pernyataannyaa, Abdul Halim mengatakan kementerian kelautan dan perikanan harus melibatkan BPPT dan BMKG agar target produksi garam nasional tercapai.

Pasalnya keterlibatan antara BMKG dan BPPT ini harus lebih intensif. Melebihi sekadar koordinasi. Hal ini karena karakter cuaca dan geografi harus diperhatikan untuk merancang teknologi yang akan digunakan dalam produksi garam.

WAJIB BACA :  Berita Terkini : BMKG Himbau Masyarakat Waspada, Atmosfer Indonesia Tak Stabil, Banyak Petir Siap Menyambar !

Diketahui KKP akan melangsungkan Program Integrasi Lahan dan inovasi penggunaan rumah prisma atau lebih dikenal dengan rumah kaca. Inovasi ini dirancang untuk menaikkan produksi garam.

BMKG

Brahmatya Satyamurti Poerwadi selaku Dirjen Pengelolaan Ruang laut kementerian kelautan dan perikanan mengatakan akan mengintegrasi lahan setidaknya 15 hektare. Dengan tujuan untuk menaikkan produktivitas garam.

KKP juga berencana akan membuat inovasi rumah prisma yang akan digunakan mirip greenhouse. Rumah kaca ini diperlukan untuk memaksimalkan cuaca panas. Tak lain untuk meningkatkan produksi garam.

Terkait inovasi tersebut, saat ini jumlah biaya pembuatan greenhouse masih dihitung oleh tim terkait garam yang ada di KKP sendiri. Dengan mempertimbangkan integrasi lahan seluas 15 hektare apakah digunakan untuk greenhouse semua atau hanya sebagian. Dan mempertimbangkan modalnya.

WAJIB BACA :  BMKG Himbau Masyarakat Tak Sebarkan Hoax tentang Informasi Gempa Susulan dan Tsunami di Jatim !

Selanjutnya jika dapat dilaksanakan intervensi pembuatan greenhouse. Maka langkah berikutnya adalah melihat bagaimana ekspektasi masyarakat terkait penggunaannya.

Sejak tahun 2015, Program Pemberdayaan Upaya Garam Rakyat atau pugar sudah mempublikasikan teknologi geomembran untuk meningkatkan kualitas produksi garam.

Sayangnya karena kondisi anomali musim seperti La Nina membyat cuaca hujan melebihi 150 mm setiap bulannya. Sehingga produksi garam pada tahun 2016 tidak sesuai harapan. Yakni sekitar 144.009 ton. Jika dibandingkan dengan targer produksi hanya 4 %. Dimana target produksi garam di tahun tersebut sebanyak 3 juta ton.

baca juga :

BMKG : Hujan Akan Guyur Jakarta Dari Siang Hingga Malam !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here