Mahfud MD: Tidak Semua Fatwa MUI Harus Di Ikuti !

    0
    1517
    Mahfud MD: Tidak Semua Fatwa MUI Harus Di Ikuti !
    Copyrigth©Panjimas

    Mahfud MD: Tidak Semua Fatwa MUI Harus Di Ikuti !

    Indowarta.com – Pihak-pihak yang berkompten kini tengah membahas perihal hubungan fatwa MUI dengan hukum positif. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammada Mahfud MD menegaskan jika fatwa merupakan pendapat keagamaan dan bukanlah hukum postif.

    Menurut Mahfud MD, hukum positif adalah semua yang ada di dalam undang-undang dan diatur oleh lembaga negara. Sedangkan MUI bukanlah lembaga negara. Pernyataan itu disebutkan dalam diskusi yang bertajuk ‘Fatwa MUI dan Hukum Positif’ di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa, 17 Januari 2017.

    Mahfud juga mnambahkan, jika mereka yang melanggar fatwa MUI tidak boleh diberikan hukuman atau sanksi. Pasalnya Fatwa tersebut mengikat pada diri sendiri dan tidak diatur dalam undang-undang. Fatwa yang baik itu untuk membimbing umat, namun tidak harus diikuti.

    WAJIB BACA :  Ketika Vaksin MR Ditolak, MUI Sebut Mencegah Bahaya Hukumnya adalah Wajib !
    Mahfud MD: Tidak Semua Fatwa MUI Harus Di Ikuti !
    Copyrigth©detik

    Dalam diskusi tersbut juga nampak dihadiri oleh Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian. Tito juga mengatakan jika fatwa MUI memiliki implikasi hukum yang luas. Menurutnya, fatwa tersebut bukan hanya menjadi keterangan ahli agama, namun juga memutuskan suatu kasus yang seharusnya menjadi domain hukum positif.

    Menurut Tito, MUI memang merupakan suatu lembaga penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu karena MUI mengkomodir ormas-ormas Islam sekaligus memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam dalam sitem berbangsa dan bernegara.

    MUI telah banyak mengeluarkan fatwa. Namun belakangan ini fatwa MUI berimplikasi luas dan berdampak pada stabilitas serta gangguan kamtibmas dan dapat berpengaruh ke system hukum yang ada di Indonesia.

    WAJIB BACA :  Fatwa MUI: Vaksin MR Mengandung Babi, Tetapi Masih Boleh Digunakan !

    Begitu ada isu di masyarakat tentang dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, Tito kemudian mencontohkan, keluarlah sikap keagamaan dari MUI yang diantaranya yaitu mengatakan Ahok telah menistakan agama, Al-Quran dan ulama.

    Fatwa tersebut kemudian memunculkan gerakan sosialisasi fatwa , dari cara yang lembut hingga mendatangi pusat perbelanjaan dan sebagainya. Meskipun atas nama sosialisasi, hal tersebut dapat menimbulkan keresahan seperti yang telah terjadi di Solo.

    Hal ini menunjukkan fatwa MUI bukan sesuatuyang harus dihindari mengingat sebelumnya juga telah sering dikeluarkan. Namun kini fatwa tersebut tak hanya berdampak pada keamanan dan ketertiban, namun juga berkembang menjadi ancaman bagi kebhinekaan, keragaman hingga keagamaan.

    Baca Juga Berhasratnya Persib Bandung Jadi Tuan Rumah Piala Presiden !

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here