Berita Terkini: Menkominfo Tanggapi Cuitan SBY Soal Berita Hoax Dikalangan Penguasa!

0
1316
Berita Hoax
Copyrigth©ilustrasi

Menkominfo Ajak Masyarakat Perangi Berita Hoax !

Indowarta.comMenkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika), Rudiantara menyatakan bahwa penyebaran berita palsu atau hoax sudah menjadi perhatian pemerintah maupun masyarakat.

Seperti yang dikutip dari pernyataannya, “ya pasti menjadi concern semua orang. Kami bahkan sudah pernah rapat disini bersama Presiden. Memang dunia media social banyak dikotori Hoax.

Rudiantara juga menyadari selama ini pemerintah telah menyadari akan hal tersebut cukup berbahaya. Sehingga pemerintah melakukan beberapa usaha pencegahan.

Menkominfo telah melakukan rapat terbatas. Rencananya pemerintah akan bertemu dengan perwakilan Facebook di Indonesia. Mereka akan membicarakan terkait berita palsu semakin merajalela. Selain itu selaku menteri Menkominfo ia juga mengajak masyarakat untuk memeranginya.

WAJIB BACA :  Menkominfo Akhirnya Resmi Membuka Blokir Telegram!

Misalnya dengan menggunakan sius www.turnbackhoax.id. masyarakat akan mengetahui apakah berita tersebut palsu atau tidak.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, SBY dalam cuitannya mengatakan “Ya Allah, Tuhan YME Negara kok jadi begini. Juru Fitnah &penyebar ‘hoax’ berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yang lemah menang? *SBY*

Menurut mantan Menkominfo, status SBY ini sudah dipikirkan matang- matang. Tak hanya itu, sebaagi dasar dalam statusnya, SBY mempunyai banyak bukti. Seperti yang dikutip dari pernyataan Roy Suryo, “Saya kira kicauan beliau itu yang sangat singkat dan padat,sudah paripurna, sudah dipikirkan dalam- dalam dari beliau, dan tidak perlu ditafsirkan lagi”

ICMI

Berbeda pendapat dengan Ketua Menkominfo, Roy mengajak masyarakat Indonesia untuk introspeksi diri. Seperti yang ia katakan agar masyarakat mendoakan bangsa dan saling koreksi.

WAJIB BACA :  Himbauan Menkominfo Soal Pakai Chat Lokal, Termasuk BBM!

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga pernah mengatakan agar pemerintah bersama masyarakat memerangi berita palsu. Pasalnya penyebaran berita palsu ini menyebabkan perpecahan diantara Suku  Adat Ras dan Antar golongan.

Sebagai informasi berita palsu kerap kali dibuat media online. Beberapa situs diantaranya memelintir berita yang ada. Kemudian menyebarkan melalui sejumlah media sosial seperti FB, twitter, whatsapp. Sehingga masyarakat yang awam mudah sekali terhasut. Hal ini membuat perpecahan diantara bangsa. Seperti yang sudah terjadi kasus dugaan penistaan Agama oleh Ahok.

baca juga :

Berita Terkini: Akhirnya Menkominfo Ungkap Jadwal peluncuran iPhone 7 Di Indonesia !

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here