Berita Terkini: OTT yang Dilakukan Oleh KPK Kepada Patrialis Akbar ‘Dipaksakan’ ?

0
1577
Copyrigth©Nasional Kompas

OTT yang Dilakukan Oleh KPK Kepada Patrialis Akbar ‘Dipaksakan’ ?

Indowarta.com – Dorel Armil, pengacara hakim konstitusi Patrialis Akbar mengatakan bahwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang telah dilakukan oleh KPK tersebut dipaksakan. Hal tersebut berkaitan dengan tidak adanya bukti yang ditumukan saat mengamankan kliennya pada Rabu 25 Januari 2017 lalu.

Armil mengatakan bahwa tidak ditemukannya barang bukti dari tangan Patrialis Akbar. Sehingga Patrialis merasa jika dirinya terzalimi. Menurutnya ini bukanlah OTT, melainkan menjadi OTT yang dipaksakan.

Terkait dengan jawaban yang diberikan oleh KPK yang menyebu OTT tersebut terjadi dengan segera setelah beberapa saat tindak pidana tersebut dilakukan, Amril juga mempertanyakan hal tersebut. dia mengatakan belum ada bukti uang, meskipun draf petusan MK telah ditemukan oleh KPK saat mengamankan Kamaludin di Lapangan Golf Rawangmangun.

WAJIB BACA :  Patrialis Akbar Akan Menghadapi Sidang Tuntutan Hari Ini!
Berita Terkini: OTT yang Dilakukan Oleh KPK Kepada Patrialis Akbar 'Dipaksakan' ?
Copyrigth©Merdeka

Jika benar draf tersebut sampai, namun atas draf yang SGD 200 ribu masih belum sampai. Amril mempertanyakan dimana OTT nya sesaat telah terjadinya. Pasalnya jika sesaat setelah terjadi seharusnya itu sudah ada ditangan pelaku.

Kini pihaknya masih mempertanyakan terkait dengan OTT. Menurutnya pihaknya perlu dikritisi OTT yang dipaksakan. Maka dari itu Patrialis Akbar merasa jika dirinya terzalimi. Dalam kasus ini, KPK memang tdak menunjukkan uang hasil transaksi yang dilakukan oleh Patrialis Akbar dengan Basduki saat konferensi pers.

Namun, KPK berkeyakinan jika OTT yang telah dilakukan pada Patrialis tersebut sudah sesuai dengan KUHAP Pasal 1 angka 19 yang didalamnya dijelaskan empat kondisi terkait dengan operasi tangkap tangan.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: KPK Panggil Dua Hakim MK Terkait Kasus Patrialis Akbar !

Inti dari Pasal 1 angka 19 KUHAP tersebut adalah tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang saat sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudag beberapa saat melakukan. Atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak sebagai orang yang melakukannya.

Atau sesaat kemudian ditemukannya benda yang diduga telah digunakan untuk melakukan tindak pidana yangmenunjukkan bahwa dirinya sebagai pelaku atau turut melakukannya atau membantu tindak pidana tersebut.

Sehingga menurut Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, OTT tidak selalu melibatkan atau menemukan uang dilokasi OTT. Karena indikasi penerimaan sebenarnya telah terjadi sebelumnya, sekitar USD 20 ribu.

Jadi sebelum Januari sudah ada indikasi penerimaan yang diterima oleh hakim MK PAK tersebut. Jadi itu merupakan serangkaian perbuatan sampa akhirnya transaksi diduga terjadi pada hari Rabu pagi di Lapangan Golf Rawangmangun.

WAJIB BACA :  Keberatan, Patrialis Akbar Bantah Dakwaan Jaksa!

Patrialis Akbar telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan oleh KPK. Ia diduga telah menerima hadiah atau janji senilai USD 20 ribu dan SDG 200 ribu dari bos CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga Berita Terkini: Rizieq Shihab Tak Terima KH Ma’ruf Amin Dihinakan Oleh Ahok !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here