Berita Terkini: Tak Hanya Jokowi, Menkominfo Tegaskan Tak ada Lembaga Negara yang Sadap SBY !

0
2138
Menkominfo
Copyrigth©profilbos

Berita Terkini: Tak Hanya Jokowi, Menkominfo Tegaskan Tak ada Lembaga Negara yang Sadap SBY !

Indowarta.com– Menteri Komunikasi dan Informatika (Mekominfo) yakni Rudiantara telah menegaskan bahwa tidak ada lembaga negara yang telah menyadap telepon Presiden Indonesia yang ke 6 Republik Indonesia yakni Susilo Bambang Yudhoyono atau yang akrab disapa dengan nama SBY.

Bahkan Rudiantara sudah melakukan pemeriksaan terkait degnan isu penyadapan tersebut untuk memastikan benar atau tidaknya hal itu. Rudiantara pada saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarat pada  hari Kamis 2 Februari 2017 mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan pengecekan, tidak ada lembaga negara yang melakukan penyadapan tersebut.

Rudiantara ini mengatakan bahwa tidak mungkin lembaga negara melakukan penyadapan ini dengan sembarangan. Semua harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Misalnya saja penyadapan yang telah dilakukan oleh lemabaga KPK ataupun lembaga yang lainnya, biasanya dilakukan sesuai dengan aturan yang ada karena tengah menyelidiki sebuah kasus hukum.

WAJIB BACA :  Berita Hari Ini : Menkominfo Klaim, Jika Petani Pakai Aplikasi Ini Pendapatan Bisa Naik 15 Persen !
Menkominfo
Copyrigth©liputan6

Rudiantara menegaskan “Harus sesuai aturan. Penyadapan biasanya dilakukan terkait penyidikan untuk suatu kasus hukum, itu baru boleh”. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa pada hari Rabu 1 Februari 2017 SBY telah angkat bicara mengenai dugaan penyadapan pembicaraan dirinya dengan ketuga umum MUI yakni Ma’ruf Amin. SBY telah meminta transkrip dari pembicaraan tersebut apabila memang pembicaraannya telah disadap.

SBY mengatakan bahwa tidak hanya KPK saja, beberapa lemabaga lainnya seperti Polri, BIN dan Bais ini juga bisa melakukan penyadapan pembicaraan. Penyadapan itu pun tidak boleh dilakukan dengan sembarangan karena telah diatur oleh Undang-undang. SBY meminta ketegasan dari presiden Joko Widodo jika memang penyadapa yang telah dilakukan oleh lembaga negara ini. SBY menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan.

WAJIB BACA :  Menkominfo Hanya Inginkan 4 Operator Seluler di Indonesia!

Rudiantara pada saat berada di Istana Kepresidenan pada hari Rabu 1 Februai 2017 mengatakan bahwa jangan Suudzon atau berburuk sangka terlebih dahulu. Tabayyun itu penting jadi nantinya tidak akan menjadi berita hoax. Tabayyun itu klarifikasi, periksa dulu seperti apa kebenarannya yang terjadi.

baca juga :

Berita Terkini: SBY Akui Ada Pembicaraan Di Telepon dengan Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin, Soal Ahok ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here