Berita Terkini: Muhammadiyah, NU dan MUI Tak Dukung Aksi 112 !

0
1825
aksi 112
Copyrigth©Poskota News

Muhammadiyah, NU dan MUI Tak Dukung Aksi 112 !

Indowarta.com – Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mendukung aksi 112 yang akan delaksanakan pada Sabtu, 11 Februari 2017.

Tito bersama dengan panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kelapa Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksamana membahas tentang rencana pengamanan aksi yanga akan dilakukan oleh sekelompok masyarakat besok.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Tito, beberapa organisasi Islam mengimbau agar masyarakat tidak mengikuti aksi 112 tersebut. hal itu seperti yang telah disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Rais Aam Pengurus Besar NU Ma’ruf Amin.

WAJIB BACA :  Kawalan Ketat Untuk Rizieq Shihab Saat Ikut Dalam Aksi 112 Di Masjid Istiqlal !
Berita Terkini: Muhammadiyah, NU dan MUI Tak Dukung Aksi 112 !
Copyright©Pikiranumat

Imbauan tersebut disampaikan lantaran petinggi organisasi Islam itu tidak mau kegiatan keagamaan dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Terutama pada Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2017.

Tito mengungkapkan, begitu juga dengan MUI, bahkan MUI lebih menyarankan lebih baik massa membatalkan aksi 112 tersebut, pasalnya mobilisasi massa erat hubungannya dengan masalah politik Pilkada dan keberatan masalah keagamaan yang dikaitkan dengan politik pilkada.

Forum Umat Islam (FUI) selaku pihak yang menyelanggarakan aksi 112 sempat mengirimkan surat pemberitahuan akan adanya aksi jalan kaki atau long march dari Monas ke Bundaran HI. Namun pihak kepolisian tidak mengizinkan aksi tersebut.

Larangan tersebut bukan tanpa sebab, karena aksi itu potensial melanggar Undang-undang Pilkada, sekaligus melanggar Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Tetesan Air Mata Peserta Aksi 112 Ketika Berdzikir Bersama Ustad Arifin Ilham di Masjid Istiqlal !

Khususnya Pasal 6 yang menyatakan bahwa berpotensi mengganggu ketertiban publik. Tito mengatakan menyampaikan pendapat tidak boleh mengganggu hak asasi manusia lain dan mengganggu ketertiban publik.

Aksi long march memang dilarang. Namun aparat memperbolehkan kegiatan keagamaan.sehingga acara yang rencana semula melakukan long march, kini beralih menjadi kegiatan keagamaan. Masyarakat besok akan berkumpul di Masjid Istiqlal untuk melangsungkan kegiatan zikir dan tausiah.

Sekjen FUI, M Al Khathath mengatakan, perubahan tersebut  dilakukan mengingat suhu politing meningkat menjelang Pilkada DKI Jakarta. Pada hari yang bersamaan dua paslon juga ada yang berkampanye dengan jumlah massa besar.

Baca Juga Berita Terkini: Kapolri Akan Lakukan Hal Ini Jika Nantinya Aksi 112 Tak Sesuai dengan Kesepakatan !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here