Bagaimana Jadinya Jika BPJS Dan RS Swasta Berhenti Bekerja Sama ?

0
1366
BPJS Kesehatan
Copyright©bidikbanten

Bagaimana Jadinya Jika BPJS Dan RS Swasta Berhenti Bekerja Sama ?

Indowarta.com- Putusnya hubungan kerja antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan rumah sakit swasta ini telah membuat rumah sakti pemerintahan kebanjiran pasien. Kondisi yang seperti itu kini telah dialami oleh RSUD Kota Mataram dan juga RSUP NTB.

Telah terjadi peningkatan jumlah pasien pada beberapa hari terakhir ini baik rawat inap maupun rawat jalan. Pada RSUP NTB ini pasien merasa kesulitan untuk mendapatkan kamar rawat inap. Akhirnya pasien yang tidak mendapatkan kamar ini pun telah diinapkan di ruang UGD untuk sementara waktu ini.

Pada hari Senin 13 Februari 2017 salah satu seorang keluarga pasien yang bernama Maridansyah mengatakan bahwa dirinya telah mendapatkan kamar setelah hampir dua malam menginap di UGD. Bersama dengan pasien yang lainnya, sang ibu yang mengalami stroke ringan ini telah dirawat di UGD.

WAJIB BACA :  Langkah Mudah Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan!
BPJS Kesehatan
Copyright©bidikbanten

Hal yang sama juga telah dialami oleh RSUD Kota Mataram. Pasien terus bertambah semenjak dua bulan terakhir sebanyak dua kali lipat dari biasanya. Kepala Bagian Humas RSUP NTB yakni Solihin telah menyebutkan bahwa terjadi peningkatan jumlah pasien baik yang dirawat jalan maupun yang dirawat inap.

Kenaikan pasien ini telah terjadi semenjak bulan Januari yang lalu. Namun pada saat ini pihak RSUP sendiri masih bisa menampung pasien. Artinya tidak ada pasiena yang terlantar karena hal ini sudah diantisipasi dengan hal lain.

Solihn mengatakan bahwa di kota Mataram ini tidak hanya RSUP sendiri yang menagani pasien yang menggunakan BPJS. Ada juga RSUD Kota Mataram dan juga rumah sakit pemerintah yang lainnya juga. Selain itu untuk mekanisme rujukan juga akan berlaku.

WAJIB BACA :  Kenakan Kostum Unik, Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi untuk TKI!

Beberapa pasien sendiri juga telah dirujuk ke RSUD Kota Mataram. Namun mengenai berapa tepatnya angka kunjungan dirinya masih belum bisa memberikan informasi yang pasti. Sejauh ini para pasien masih bisa tertampung dengan jumlah kamar sebanyak 300 kamar. Selain itu pada saat ini jiuga masih ada perbaikan dio beberapa ruangan perawat yang masih dalam kendali.

baca juga :

Berita Terkini: Menderita Penyakit Manusia Kayu, Biaya Pengobatan Sulami Ditanggung BPJS!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here