Berita Terkini: PPP Dan PKB Berpotensi Kuat Akan Gabung Ke Ahok dan Djarot !

0
3823
Ahok
Copyrigth©Gozzip

Citra Ahok Akan Berubah Jika Ada Partai Islam Berpihak Padanya !

Indowarta.com– Pasangan Ahok dan Djarot yang mendapat suara terbanyak pada pilkada DKI 2017 berpotensi mendapat banyak pendukung dari parpol lainnya. Seperti PKB dan PPP yang awalnya mendukung paslon Agus Sylvi.

Seperti yang diungkapkan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. Dia tak bisa membayangkan jika PPP dan PKB mendukung Prabowo. Pasalnya kedua parpol tersebut merupakan pendukung pemerintahan. Sehingga posisi mereka berpotensi kecil untuk mendukung Anies Sandi. Dimana Anies dan Sandi diusung oleh Prabowo Subianto.

Sedangkan PAN masih dalam kemungkinan terbuka untuk bergabung dengan Ahok dan Djarot. Karena meski mendukung pemerintahan, PAN akan terganjal oleh Amien Rais.

WAJIB BACA :  Sindir Anies Baswedan Sandiaga Uno, PKB Ingatkan Soal Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI!

Jika partai politik yang berbasis Islam bergabung ke kubu Ahok Djarot. Maka publik akan menilai citra Ahok semakin positif. Pasalnya saat itu berkembang isu bahwa partai berbasis Islam berlawanan dengan nasionalis.

Tentu hal tersebut membuat image Ahok berseberangan. Namun hal lain bisa terjadi jika partai Islam turut bergabung. Sehingga situasi psikologis akan berbeda. Namun Yunarto menikai elektabilitas petahana tidak akan melejit. Baginya pemilih di DKI Jakarta tidak dimobilisasi partai.

kasusu yuyun

Sementara itu Agus Sylvi menyatakan dukungannya pada paslon nomor 3, Anies Sandi. Dimana Anies dan Sandi akan berduel dengan Basuki Tjahaja Purnama di pilkada putaran ke dua.

Kendati demikian, diprediksi Ahok mendapatkan banyak suara karena ledakan isu yang dilontarkan antasari Azhar, mantan Ketua KPK kepada SbY pada H- 1. Hal ini membuat pendukung Agus memilih Anies. Sedangkan suara mengambang berpihak pada mantan Bupati Belitung.

WAJIB BACA :  Berbagai Kebijakan Ahok yang Akan segera Diubah Oleh Anies Baswedan!

Terkait kasus dugaan penistaan agama Islam yang menyeret gubernur DKI Jakarta Ahok. Banyak pihak yang menyayangkan sikap kemendagri yang belum juga mengeluarkan SK pemberhentian. Mereka mempunyai dasar bahwa kepala daerah yang didakwa hukuman 5 tahun harus diberhentikan. Sedangkan kemendagri menunggu keputusan jaksa pada sidang ke 11 terkait status Ahok.

baca juga :

Berita Terkini: Ahok dan Djarot Unggul Dalam Pilkada DKI Lantaran Faktor Ini ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here