Berita Terkini: Potret Kerusakan Ringan yang Dialami Warga Akibat Gempa di Bali!

1
1743
bali
Copyrigth©Kompas

Berita Terkini: Potret Kerusakan Ringan yang Dialami Warga Akibat Gempa di Bali!

Indowarta.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meralat mengenai kekuatan gempa yang melanda Bali pada pagi hari tadi dari 6,4 SR menjadi 5,6 SR. Gempa Bali itu ternyata sempat membuat sejumlah tempat ibadah dan beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan.

“Dampak menunjukan wilayah selatan Bali seperti Kuta, Tabanan dan Mataram turut merasakan guncangan. Termasuk Banyuwangi, Taliwang, Karangkates, Sawahan dan Bima,” ucap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi, lewat pernyataan pers pada Rabu (22/3).

Guncangan yang berpusat pada lintang 8,79 lintang selatan dan 115.19 bujur timur tersebut dikatakan juga turut dirasakan di seluruh wilayah Bali cukup kuat. Laporan kerusakan dari bangunan akibat gempa pada kedalaman 125 km itu pun telah dikumpulkan.

WAJIB BACA :  Gempa Sebesar 5 SR Guncang Bali, Getaran Terasa Sampai Karangasem Hingga Kuta!
candi rusak
Copyrigth©TOPIK WARNA-WARNI

Dari informasi mengatakan bahwa gempa Bali mengakibatkan  kerusakan yang terjadi di Kabupaten Bangli yaitu rusaknya bagian atas Candi Bentar Jaba sisi Pura Kehen dengan nilai kerugian kurang lebih sebanyak Rp 10 juta, kemudian palinggih yang berada di Merajan Agung Puri Jehem dan palinggih Merajan Nengah Mawah juga mengalami kerusakan serta seorang pengunjung di Pasar Kidul mengalami luka ringan dikarenakan panik.

Informasi mengenai kerusakan juga datang dari Kabupaten Jembrana yaitu kerusakan ringan yang dialami oleh warga dan Candi Palbatas di Desa Yeh yang miring. Sedangkan pada daerah yang lain telah banyak dilaporkan genteng dari atap sejumlah bangunan jatuh karena guncangan gempa Bali ini.

WAJIB BACA :  PVMBG Sebut Gempa di Bali Berkaitan dengan Aktivitas Gunung Agung!

Berdasarkan keterangan dari Riyadi, gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi dari lempeng Indo – Australia yang menghujam ke arah bawah lempeng Eurasia. Gempa Bali ini termasuk dalam klarifikasi gempa bumi menengah di Benioff Zone.

“Yaitu lajur lempeng tektonik yang sudah menukik. Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memang tidak berpotensi tsunami,” kata Riyadi.

Pihak BMKG juga sempat mendapati adanya gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan 3,9 SR sekitar pada pukul 08.00 WITa, tidak lama seusai gempa 5,6 SR terjadi pada pukul 07.10 WITa. BMKG meminta kepada masyarakat di tepi pantai agar tidak panik atas peristiwa gempa tersebut.

BACA JUGA Berita Terkini: BMKG Luncurkan Kabar Soal Gempa di Lampung, Tak Berpotensi Tsunami!

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here