Berita Terkini: Freeport Jangan Kebanyakan Mengatur RI!

    0
    1270
    freeport indo
    Copyrigth©jaknews

    Berita Terkini: Freeport Jangan Kebanyakan Mengatur RI!

    Indowarta.com – Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman menuturkan bahwa proses diskusi antara pemerintah dengan pihak PT Freeport Indonesia berkenaan dengan divestasi saham, ketentuan pajak, dan pembangunan smelter terus bergulir.

    Mengenai diskusi tersebut pihak PTFI diminta untuk menurut pada aturan yang telah ditetapkan pemerintah jika tetap ingin beroperasi di Indonesia.

    Luhut pun menggambarkan Freeport sebagai seorang penyewa rumah di Tanah Air, yang kontraknya akan selesai pada 2021. Hingga kini, proses diskusi tetap berjalan.

    “Saya bikin analogi dia kan nyewa rumah kita, 2021 selesai. Kalau mau strict pada aturan, kita nunggu saja pada 2021. Tapi kan kita boleh dong tidak mau disewa lagi,” terang Luhut ketika berada di kantornya, Jakarta pada Jumat (24/3).

    WAJIB BACA :  Berita Terkini: Presiden Jokowi Akan Ambil Tindakan Ini Jika Freeport Susah Diajak Berunding ?

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut menyebutkan bahwa hal yang menjadi pembahasan dalam perundingan yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia dengan pemerinta diantaranya adalah menyangkut mengenai divestasi saham, ketentuan pajak, serta pembangunan smelter (pabrik pengolahan dan pemurnian).

    Luhut
    Copyrigth©Lingkarannews

    “Kita bicara keinginan pemerintah memiliki 51 persen saham Freeport, tidak pernah mundur dari smelter, dan aturan pajak karena kecenderungan tarif pajak kita turun. Kalau mau pajak naildown (tetap) bayarlah pajak 42 persen sampai 20 tahun itu,” jelas Luhut.

    Ia juga menegaskan bahwa sekali lagi Pemerintah menolak untuk diatur oleh Freeport, pihak Indonesia kini hanya dapat berharap adanya keseimbangan terhadap kerjasama dengan Freeport setelah puluhan tahun perusahaan itu menggali sumber daya alam Indonesia.

    WAJIB BACA :  Pemerintah Resmi Dapatkan 51 Persen Saham Freeport!

    “Kalau negosiasi jangan dong kamu atur kami. Kami yang atur, karena spiritnya kesetaraan. Apa yang sudah kau ambil dari perut bumi kita, jangan kau hitung-hitung dong, itu milik Indonesia. Kau bayar royalti, baru boleh ambil. Intinya jangan terlalu banyak ngatur lah,”  ucap Luhut.

    Luhut juga mengakui bahwa proses perundingan antara pemerintah dan PTFI sudah menampakkan kemajuan setelah Direktur Eksekutif Freeport Indonesia, yakni Tony Wenas berkunjung ke kantor Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

    BACA JUGA Pemerintah Sudah Izinkan Freeport Ekspor Lagi?

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here