Berita Terkini: Jerman Siap Pertimbangkan RUU Hoax dan Akan Kenai Denda Kepada FB Dkk?

    0
    880
    FB
    Copyright©orbitindo

    Jerman Siap Pertimbangkan RUU Hoax dan Akan Kenai Denda Kepada FB Dkk?

    Indowarta.comFB, Twitter, dan sederet media sosial lainnya bakal dikenai denda setidaknya US$ 53 juta atau setara dengan Rp 706 miliar di Jerman. Hal itu akan dilakukan jika media sosial tersebut gagal menghapus ujaran kebencian dan berita palsu (hoax) yang diunggah oleh penggunanya.

    Dilansir dari CNN Money pada Jumat (7/4), rencana untuk mengenakan denda tersebut disetujui oleh pemeritah Jerman. Saat ini rancangan undang-undangnya masih harus dipertimbangkan terlebih dahulu oleh parlemen dan lembaga yang lain di Jerman sebelum akhirnya menjadi undang-undang.

    Menteri Kehakiman Heiko Maas mengatakan, “Penyedia jejaring sosial bertanggung jawab saat platform mereka disalahgunakan untuk propaganda ujaran kebencian atau penyebaran hoax.”

    WAJIB BACA :  Fakta Soal Sri Rahayu, Penghina Jokowi di FB yang Juga Anggota Sindikat Saracen!
    FB
    Copyright ©activetelecoms

    Selain itu ia juga mengatakan bahwa perusahaan harus memiliki manajemen yang mengatur keluhan dari pemerintah soal konten-konten yang harus segera di hapus. Nantinya perusahaan FB dan media sosial lainnya tersebut akan diberikan waktu 24 jam untuk menghapus unggahan yang berbau ujaran kebencian dan hoax setelah unggahan diberikan tanda melanggar hukum.

    Tak hanya itu, konten illegal lainnya juga harus di hapus dalam waktu maksimal 7 hari setelah dilaporkan oleh pengguna. Menurut Undang-undang di Jerman, jejaring sosial tersebut harus menghapus konten illegal dari lamannya segera usai dilakukan peninjauan.

    Pemberlakukan sanksi denda sendiri bermaksud agar perusahaan mau mematuhi hukum yang berlaku. Diketahui, bulan Mei tahun 2016 lalu FB, Twitter, Microsoft, dan YouTube berjanji akan meninjau konten-konten yang ditandai oleh pengguna selama 24 jam terakhir. Konten berbau kekerasan, rasisme, atau tindakan illegal akan langsung di hapus.

    WAJIB BACA :  Berita Hari Ini: Nilai Saham Twitter 'Terpuruk', FB Makin Cemerlang!

    Namun yang menjadi permasalahan, menurut Maas hanya sedikit konten kriminal yang dihapus oleh FB dan jejaring sosial lainnya. Merujuk pada penelitian yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga yang concern terhadap perlindungan kaum minoritas di internet Jugendschutz, Facebook hanya mengahpus 39 persen konten yang dilaporkan oleh pengguna.

    Facebook mengaku bahwa pihaknya akan bekerja sangat keras untuk menghapus konten illegal dari platform dan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menangani masalah tersebut.

    Pemerintah juga berharap proses pembuatan RUU dapat segera terselesaikan dan disahkan menjadi UU sebelum pemilu Jerman pada bulan September mendatang. Kendati keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat dilindungi di negara Jerman, namun siapa pun yang menyebarkan konten illegal di internet harus berhadapan dengan hukum.

    Baca Juga Berita Terkini: FB Bergabung dengan Konsorsium Demi Melawan Hoax!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here