Berita Terkini: Masih Ada 24 Korban Hilang, Evakuasi Korban Longsor Ponorogo Terpaksa Dihentikan Atas Izin Keluarga!

0
860
Longsor Ponorogo
Copyright©bisnis

Berita Terkini: Masih Ada 24 Korban Hilang, Evakuasi Korban Longsor Ponorogo Terpaksa Dihentikan Atas Izin Keluarga!

Indowarta.com– Proses evakuasi korban Longsor di Ponorogo ini pun telah resmi diberhentikan semenjak hari Senin 10 April 2017. Evakuasi ini telah diberhentikan karena telah terjadi Longsor Ponorogo susulan yang telah tejradi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo pada Minggu 9 April 2017.

Guibernur Jawa Timur yakni Soekarwo pun telah menyatakan bahwa keputusan untuk penghentian itu sudah dibicarakan dengan pihak keluarga dari korban yang hilang. Lelaki yang akrab disapa Pakde Karwo usai mengikuti Sidang Paripurna di Gedung DPRD Jatim, di Jalan Indrapura Surabaya pada hari Senin 10 April 2017 ini telah mengatakan “Ini adalah prosedur tetap atau protap yang melibatkan keluarga untuk menentukan dihentikannya evakuasi”.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Akhirnya Idenditas Ketujuh Korban Longsor Ponorogo Berhasil Diungkap!
Longsor Ponorogo
Copyright©tmpo

Longosor susulan yang telah tejradi ini telah menjadi salah satu pertimbangan utama untuk penghentian pencarian korban ini walaupun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Di dalam insiden longsor susulan, terdapat satu eskavator yang tertimbun longsor dan juga berbagai kendaraan yang telah hanyut material longsor.

Soekarwo mengatakan bahwa untuk keselamatan bersama, kegiatan evakuasi ini akan diberhentikan sementara. Apabila nantinya akan diteruskan akan bisa membahayakan tim evakuasi.

Pada saat ini, Desa Banaran seputar SD dan juga Kantor Desa Banaran ini telah dinyatakan sebagai zona merah atau zona yang berbahaya bagi warga untuk dihuni maupun sebagai lahan pertanian. Pakde Karwo mengatakan bahwa leh sebab itu para pengungsi longsor Ponorogo ini akan direlokasi lagi ke tempat yang lebih aman.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Kesehatan Pengungsi Longsor di Ponorogo Mulai Terganggu!

Berdasarkan informasi  yang telah beredar, terdapat 28 dari 35 KK yang menggunakan tanah sendiri dan juga tanah saudara untuk relokasi. Pakde Karwo mengatakan “Tanah untuk relokasi disediakan oleh Bupati Ponorogo, serta didukung oleh Badan Geologi, ITS, dan UGM untuk menentukan kondisi geologis tempat relokasi”.

Basarnas dan juga ratusan relawan yang telah datang ke tempat kejadian dari berbagai daerah dan juga intaskomunitas peduli ini pun juga sudah mulai meninggalkan lokasi bencana tanah longsor Ponorogo.

baca juga :

Berita Terkini: Usai Longsor Ponorogo, Banjir Mulai Mengintai Warga!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here