3 Peristiwa di Hari Raya Waisak: Kelahiran-Kematian Sang Buddha

Umat Buddha akan merayakan hari raya waisak esok hari, berikut ini tiga peristiwa penting di hari raya waisak.

3 Peristiwa di Hari Raya Waisak: Kelahiran-Kematian Sang Buddha
image

Daftar Isi

Solo -

Hari Raya Waisak jatuh pada hari Minggu, 4 Juni 2023, esok hari. Hari Raya Waisak adalah hari besar bagi umat Buddha yang mana momen ini diperingati dengan serangkaian ibadah. Ada tiga peristiwa penting pada peringatan hari besar agama Buddha ini.

Dikutip dari buku 'Mengenal Agama Manusia Mempelajari dan Memahami Agama-agama Manusia Untuk Menciptakan Ketentraman dan Rasa Solidaritas' oleh Jonar Situmorang (2021), Hari Waisak atau Trisuci Waisak merupakan hari raya paling besar dan bermakna bagi umat Buddha.

Kata Waisak berasal dari bahasa Pali 'Vesakha', atau dalam bahasa sansekerta disebut 'vaisakha'. Kata 'Vesakha' diambil dari bulan dalam kalender Buddhis yang pada umumnya jatuh pada Mei di kalender Masehi atau juga terkadang jatuh di akhir April atau awal Juni.

Umat Buddha kerap menyebut Hari Raya Waisak dengan istilah Tri Suci Waisak. Sebab, dalam momentum Waisak terdapat tiga peristiwa penting yang semuanya terjadi di bulan Vesakha saat bulan purnama.

Lantas peristiwa penting apa saja yang terjadi di Peringatan Hari Raya Waisak? Berikut ini peristiwa penting di Peringatan Hari Raya Waisak, dikutip detikJateng dari buku 'Papan Pengibadah Depok' oleh Rasullis Khoirunnisa Nurbaiti (2022) dan dari laman resmi Binus University, Sabtu (3/6/2023).

3 Peristiwa Penting Hari Raya Waisak

1. Lahirnya Pangeran Siddharta

Pangeran Siddharta lahir pada tahun 623 SM di Taman Lumbini. Ketika Pangeran Siddharta dilahirkan, terdapat dua arus kecil yang jatuh dari langit, yang satu dingin sementara yang satunya hangat. Kedua arus tersebut kemudian membasuh tubuh Pangeran Siddhartha, sehingga Pangeran Siddharta lahir dalam keadaan bersih dari noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, dan tempat yang dipijak ditumbuhi bunga teratai.

2. Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha

Ketika usia Pangeran Siddharta menginjak 35 tahun, dirinya telah mencapai pencerahan sempurna. Hal ini ditandai dengan memancarkan enam sinar Buddha (Buddharasmi) dari tubuhnya dengan warna biru berarti bakti, kuning mengandung arti kebijaksanaan dan pengetahuan, merah berarti kasih sayang dan belas kasih, putih mengandung arti suci, jingga berarti giat, dan campuran kelima sinar tersebut. Kejadian tersebut terjadi pada saat bulan Purnama Raya di bulan Waisak pada 588 SM.

3. Buddha Gautama Parinibbana (Wafat)

Buddha Gautama Parinibbana wafat di Kusinara tahun 543 SM ketika usianya 80 tahun. Kala itu, Buddha menderita sakit dan terbaring sembari memberikan Dhamma untuk terakhir kalinya kepada siswa-siswanya.

Artikel ini ditulis oleh Noris Roby Setiyawan peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

Simak Video "Torma, Persembahan dari Mentega dan Tepung Terigu di Candi Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow