Trump Ngamuk Setelah Senat AS Dukung Resolusi Stop Perang Iran

Jun 24, 2026 - 18:35
 0  2
Trump Ngamuk Setelah Senat AS Dukung Resolusi Stop Perang Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah Senat AS yang mayoritas diisi oleh anggota Partai Republik justru mendukung resolusi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menghentikan perang di Iran. Keputusan ini dianggap Trump sebagai pengkhianatan dari partainya sendiri yang menghambat strategi politik dan militernya di kawasan tersebut.

Ad
Ad

Senat AS Dukung Resolusi Penghentian Perang di Iran

Dalam pemungutan suara yang berlangsung pada Selasa (23/6), Senat AS menyetujui resolusi yang menyerukan Presiden untuk menarik pasukan militer dari Iran. Resolusi ini mengikuti langkah DPR yang sebelumnya mengesahkannya dengan suara 50-48. Resolusi ini merupakan pertama kalinya sejak 1973 dua kamar Kongres AS sepakat membatasi kewenangan Presiden dalam perang melalui War Powers Act.

Keputusan tersebut merefleksikan kekhawatiran yang meluas di Kongres, termasuk di kalangan anggota Partai Republik, terhadap eskalasi konflik di Iran. Meski bersifat simbolis, keputusan ini mencerminkan perubahan sikap signifikan dalam partai yang selama ini dikenal solid mendukung kebijakan Trump.

Reaksi Marah Donald Trump

Melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menilai bahwa langkah Senat tersebut merusak upayanya membuat Iran tunduk kepada Amerika Serikat. Dia menegaskan telah membawa Iran ke posisi "ujung tanduk" yang siap menyerah dan menghormati AS untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

"Senat Amerika Serikat justru memutuskan menggelar pemungutan suara terkait War Powers Act yang tidak tepat waktu dan sama sekali tidak berarti. Pemungutan suara itu pada dasarnya memberi tahu negara sponsor terorisme nomor satu di dunia bahwa Amerika Serikat tidak menyukai apa yang sedang saya lakukan terhadap mereka dan bahwa saya harus menghentikannya," ujar Trump.

Trump juga mengolok enam anggota Partai Republik yang dia sebut "membelot" karena mendukung resolusi tersebut. Menurutnya, keputusan mereka justru membantu musuh dan membuat tugasnya lebih berat.

Konflik Internal Partai Republik dan Dampaknya

Meski Partai Republik masih mayoritas di Kongres, dukungan mereka terhadap Trump kini mulai menurun, terutama terkait kebijakan luar negeri dan perang di Iran. Beberapa anggota partai menolak usulan dana Trump untuk program anti-persenjataan dan menunda RUU pendanaan operasi imigrasi.

Hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa hanya sekitar 25% warga Amerika setuju bahwa perang melawan Iran sepadan dengan biayanya, sementara mayoritas cemas gencatan senjata tidak akan bertahan lama. Hal ini memberikan tekanan tambahan pada anggota Kongres untuk mengkritisi kebijakan perang Trump.

Fakta Penting Seputar Resolusi Perang Iran

  • Resolusi ini mengacu pada War Powers Act 1973 yang membatasi kewenangan Presiden dalam mengerahkan pasukan militer tanpa persetujuan Kongres.
  • Senat menyetujui resolusi dengan suara 50-48, dimana 4 senator Republik bergabung dengan Demokrat mendukung resolusi.
  • Resolusi mengarahkan penarikan pasukan AS dari Iran sebagai respons terhadap kekhawatiran eskalasi militer.
  • Ini menjadi pukulan politik bagi Trump yang selama ini mendapat dukungan solid dari partainya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kemarahan Trump mencerminkan pergeseran signifikan dalam politik dalam negeri AS yang dapat memengaruhi kebijakan luar negeri di Timur Tengah. Langkah Senat ini menandai retaknya dukungan Partai Republik terhadap presiden, khususnya dalam isu-isu militer yang selama ini menjadi andalan Trump.

Konflik ini berpotensi memperlemah posisi negosiasi AS dalam menghadapi Iran dan negara-negara lain di kawasan yang sensitif. Selain itu, perbedaan pandangan di internal partai penguasa membuka peluang bagi oposisi dan menimbulkan ketidakpastian kebijakan luar negeri AS ke depan.

Ke depan, penting untuk mengawasi bagaimana Trump dan Partai Republik akan menavigasi tekanan di Kongres serta respons Iran terhadap perubahan kebijakan ini. Menurut laporan CNN Indonesia, dinamika ini bisa menjadi titik balik bagi hubungan AS-Iran dan kebijakan perang AS di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad