4 Provokasi Politik Jelang Peristiwa G30S PKI, Nomor 3 Usul Angkatan V Dipersenjatai

https://img.inews.co.id/media/600/files/inews_new/2022/09/26/pki_blitar_selatan.jpg

4 Provokasi Politik Jelang Peristiwa G30S PKI, Nomor 3 Usul Angkatan V Dipersenjatai

JAKARTA, iNews.id - Provokasi politik orang-orang PKI (Partai Komunis Indonesia) bermunculan menjelang peristiwa Gerakan 30 September (G30S PKI). Munculnya provokasi itu pun membuat eskalasi politik di Indonesia semakin memanas.

Saat itu, PKI bersama organ sayapnya, yakni Pemuda Rakyat, BTI, Lekra, Gerwani tidak berhenti melakukan manuver politik. Semua yang dianggap sebagai lawan diserangnya. Kegaduhan terjadi di mana-mana.

Bukan hanya melakukan aksi sepihak, yakni merebut tanah dengan dalih menjalankan program landreform atau Undang-Undang reforma agraria, mereka juga menggelar aksi massa.

Provokasi Politik PKI 

Dilansir dari buku Jenderal Yoga Loyalis di Balik Layar (2018), berikut empat provokasi politik yang dilakukan orang-orang PKI jelang peristiwa Gerakan 30 September 1965.

1. Serbu Kediaman Dubes AS

Sejumlah orang-orang PKI yang menggelar aksi unjuk rasa tiba-tiba menyerbu kediaman Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat Howard Jones di Jakarta. Amerika Serikat dan sekutunya dianggap sebagai kekuatan nekolim (neokolonialisme imperialisme)

Aksi penyerbuan orang-orang PKI berlangsung pada 28 Februari 1965 atau 7 bulan sebelum peristiwa G30S PKI meletus.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel:

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow