lebih Dari 500 Korban First Travel Lapor Ke Bareskrim Polri!

0
749
First Travel
Copyright ©detik

lebih Dari 500 Korban First Travel Lapor Ke Bareskrim Polri!

Indowarta.com – Kali ini kasus penipuan yang dilakukan perusahaan penyedia layanan travel yakni First Travel terus berlanjut. Ratusan jemaah yang menjadi korban penipuan perusahaan ini melapor ke posko Crisis Center Bareskrim Polri.

Semakin hari jemaah yang melaporkan dugaan penipuan First Travel terus bertambah dan tercatat hingga kini sudah lebih dari 500 jemaah yang melapor. Mengenai hal ini juga dikatakan oleh petugas posko Crisis Center Bareskrim, Ipda Hardista.

‘Hingga Rabu pagi 18 Agustus, 2017 sudah ada lebih dari 500 orang yang melaporkan ke Crisis Center’ ujarnya saat ditemui di kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat, 18 Agustus 2017.

WAJIB BACA :  Pernah Di Endorse First Travel, Syahrini Bakalan Diperiksa Polisi Hari Ini!

Dengan banyaknya jemaah yang membuat laporan terkait kusus penipuan ini membuat Bareskrim harus memperpanjang jam operasional Crisis Center. Semula jam operasional dibuka pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB. Karena jumlah pelapor yang membeludak akhirnya jam operasional diubah buka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

First Travel
Copyright ©detik

‘Iya kami memperpanjang jam operasional karena jumlah pelapor yang terus bertambah. Kami nanti akan mulai buka 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB’ ujar Ipda Hardista.

First Travel sendiri merupakan salah satu penyedia jasa pemberangkatan umrah dan haji. Perusahaan ini terbukti melakukan penipuan dengan modus menawarkan harga murah dibawah penyedia layanan travel lainnya kepada calon jemaah.

WAJIB BACA :  Babak Baru Kasus First Travel Dibawa Ke DPR!

Dari informasi yang dilihat hingga hari ini jemaah First Travel masih berbondong-bondong datang ke Crisis Center Bareskrim Polri. Diinformasikan dari pihak Polri yakni para jemaah bisa melaporkan pengaduan melalui e-mail [email protected] Jemaah juga tak perlu datang langsung ke Bareskrim Polri hanya cukup menghubungi nomor hotline 0812128150098.

Sementara itu pihak kepolisian sendiri sudah mengamankan pemilik First Travel yakni Andika Surachman dan Anniesa Devitasari pada pekan lalu. Keduanya pun telah ditetapkan menjadi tersangka dan saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Keduanya diamankan oleh pihak kepolisian pada Kamis, 10 Agustus 2017 terkait kasus penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah. Andika dan istrinya akan dijerat pasal 55 juncto pasal 378 dna 372 KUHP tentang penipuan serta penggelapan, serta UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronika (ITE).

baca juga : Kedua Bos First Travel Mengaku Lupa Ke Mana Hilangnya Uang Jamaah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here