Korban Menolak First Travel Diputus Pailit!

0
949
First Travel
Copyright ©kompas

Korban Menolak First Travel Diputus Pailit!

Indowarta.com – Kali ini kasus perusahaan penyedia layanan travel yakni First Travel masih terus berjalan. Kuasa Hukum korban penipuan agen penyedia perjalanan umrah, Ruesqi Rahmadiansyah mengharapkan supaya perusahaan ini tak diputuskan pailit.

Resqi mengharapkan supaya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dikabulkan. Dengan demikian, para korban penipuan juga berharap First Travel tidak dinyatakan pailit oleh pihak pengadilan.

Saat Riesqi menanyakan kepada para korban apakah menolah perusahaa ini dipailitkan, ratusan korban menjabat serentak mengiyakan. ‘Kita menolak jika perusahaan ini (First Travel) di pailitkan kan?’ tanya Rizieq.

‘Ya… kami menolaknya’ jawab ratusan korban saat beraduensi dengan Fraksi PPP DPR RI pada Jumat, 18 Agustus 2017.

WAJIB BACA :  Penyidik Curigai Ruang Rahasia Di Rumah Anniesa Hasibuan!
First Travel
Copyright ©kompas

Riesqi sendiri menambahkan jika sebelum jika permohonan PKPU sudah dilayangkan oleh pihaknya sejak tanggal 3 Agustus 2017 lalu. sedangkan mengenai putusan pengadilan akan keluar dalam 90 hari sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan sebelum PKPU ini keluar, korban penipuan agen perjalanna First Travel meminta dipertemukan dengan sejumah pihak. Mereka meminta dipertemukan dengan pihak menejemen perusahaan, Kementerian Agama (Kemenag), Otoritas Jasa Keuangan dan Bareskrim Polri untuk menyelesaikan permasalahan ini.

‘Jemaah sendiri mau tidak mau harus ikuti pengadilan kan jika memag sudah diputuskan. Maka dari itu kalau bisa sebelum putusan diambil kami dipertemukan’ ujarnya.

Pihak PT First Anegerah Karya Wisata alias First Travel sendiri yakni jika hakim tak akan mengabulkan permohonan PKPU yang diajukan oleh para korban. Kuasa hukum First Travel, Deski menilai jika apa yang dilakukan oleh para korban bukanlah kategori hutang yang harus dibayar.

WAJIB BACA :  Bos First Travel Makin Melarat, Jamaah Kian Meradang!

‘Kami meyakini jika permohonan yang diajukan korban itu tak akan diterima oleh pengadilan dan alasannya masih tetap karena itu bukan utang piutang’ ujar Deski saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Jumat, 18 Agustus 2017.

Semenatra itu First Travel sendiri dianggap telah melakukan penipuan terhadap puluhan ribu jemaah haji dengan modus menawarkan harga murah untuk berangkat umrah. Sedangkan Direktur Utama atau pemilik perusahaan ini Andika Surachman dan istrinya Anniesa Devitasari telah ditetapkan menjadi tersangka utama dalam kasus ini.

baca juga : lebih Dari 500 Korban First Travel Lapor Ke Bareskrim Polri!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here