BGN Kerap Diterpa Hoaks di Media Sosial, Ini Daftar Lengkap dan Faktanya
Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi sorotan publik setelah Nanik S Deyang mengundurkan diri dari posisi ketua untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Namun, selain isu tersebut, BGN juga kerap diterpa berbagai hoaks yang beredar luas di media sosial.
Berita mundurnya Nanik disampaikan secara langsung oleh yang bersangkutan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam perpisahannya, Nanik menyampaikan permintaan maaf atas pengunduran diri yang harus dilakukan setelah menjabat selama 1,5 bulan. Ia juga berjanji akan terus mendukung upaya pemerintah dalam memperbaiki gizi anak-anak Indonesia melalui program MPASI Bergizi (MBG).
Di tengah perhatian terhadap pengunduran diri ini, muncul beberapa hoaks yang beredar terkait BGN. Berikut ini adalah daftar hoaks yang telah ditelusuri dan dibantah kebenarannya oleh tim cek fakta Liputan6.com:
1. Hoaks Mbak Lala Asisten Raffi Ahmad Jadi Wakil Ketua BGN
Salah satu hoaks yang viral adalah klaim bahwa Mbak Lala, asisten selebriti Raffi Ahmad, diangkat menjadi Wakil Ketua BGN. Foto Mbak Lala mengenakan pin bertuliskan "Wakil Ketua BGN Indonesia" beredar luas sejak akhir Juni 2026, disertai narasi bercanda di media sosial. Namun, faktanya klaim ini tidak benar dan tidak ada pengangkatan resmi Mbak Lala di posisi tersebut.
2. Hoaks BGN Akan Pidanakan Orang Tua yang Unggah Foto Menu MBG di Medsos
Sebuah postingan viral menyebutkan bahwa BGN akan mempidanakan orang tua yang mengunggah foto menu MPASI Bergizi (MBG) di media sosial dengan menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Postingan ini muncul pada Februari 2026 dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut adalah hoaks dan tidak berdasar.
3. Hoaks Link Pendaftaran Rekrutmen PPPK BGN 2026 Lewat WhatsApp
Hoaks lain yang beredar adalah informasi palsu terkait rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di BGN tahun 2026 yang mengklaim pendaftaran dilakukan melalui link WhatsApp. Postingan ini memuat iklan lowongan kerja dengan berbagai posisi dan gaji yang menarik, namun rekrutmen resmi tidak dilakukan melalui WhatsApp dan informasi tersebut menyesatkan.
Fakta dan Upaya Melawan Hoaks
Tim Cek Fakta Liputan6.com menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkan berita, terutama di era digital yang rawan hoaks. Sejak bergabung dengan International Fact Checking Network (IFCN) pada 2018, Liputan6.com terus aktif memberikan literasi media dan meluruskan berbagai informasi keliru yang beredar.
Jika masyarakat menemukan informasi yang meragukan terkait BGN atau isu lain, dapat mengirimkan laporan melalui email atau langsung menghubungi chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, serangan hoaks terhadap BGN mencerminkan tantangan besar dalam komunikasi publik di era digital. BGN sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas gizi nasional harus mampu menangkal berbagai informasi salah yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.
Hoaks seperti klaim palsu tentang pimpinan baru, ancaman pidana kepada orang tua, dan proses rekrutmen yang menyesatkan berpotensi menimbulkan kebingungan dan ketidakpercayaan publik terhadap program pemerintah. Hal ini juga menunjukkan perlunya edukasi media yang lebih gencar dan transparansi dalam penyampaian informasi resmi dari BGN.
Ke depan, BGN dan pemerintah harus meningkatkan keterbukaan dan penggunaan kanal resmi yang mudah diakses agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Masyarakat juga diharapkan lebih kritis dan cek fakta sebelum mempercayai dan membagikan informasi yang belum jelas sumbernya.
Untuk informasi lebih lanjut dan verifikasi hoaks terkait BGN, kunjungi Liputan6 Cek Fakta dan sumber berita terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0