Faktanya, Skandal Kasus First Travel Sudah Berjalan Sejak 2015!

0
1292
First Travel
Copyright ©Jawa Pos

Faktanya, Skandal Kasus First Travel Sudah Berjalan Sejak 2015!

Indowarta.com – Kasus penipuan dan penggelapan uang yang dilakukan oleh biro perjalanan First Travel kini menyedot perhatian banyak pihak. Dengan berkedok umrah dengan tarif murah, mereka berhasil menggaet puluhan ribu calon jemaah.

Namun sayangnya mereka tak kunjung diberangkatkan lantaran uang dari para calon jemaah itu diduga masuk ke kantong pribadi bos travel Andika Surachman. Untuk melancarkan aksinya, ia dibantu sang istri Anniesa Hasibuan dan adik iparnya, Kiki Hasibuan.

Kini lebih dari 58 ribu jemaah tengah ketir-ketir menanti kepastian kapan berangkat ke Tanah Suci untuk ibadah umrah. Tak jels juga di mana uang mereka berada. Saat ini First Travel tengah menanggung hutang hingga lebih dari 800 miliar rupiah.

WAJIB BACA :  Total Uang Korban First Travel Rp 848,7 Miliar, Tak Termasuk Hutang!

Selain tak kunjung diberangkatkan, banyak jemah yang mengaku ditelantarkan, salah satunya adalah rombongan yang gagal diberangkatkan pada Maret 2017.

Sat itu, ratusan jemaah umrah dari Jakarta, Cirebon, dan Surabaya tercecer di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Mereka kemudian diinapkan di hotel sekitar bandara. Tiga hari tak terurus ditambah kecewa berat, sebagian dari mereka bhkan sampai jatuh sakit.

First Travel
Copyright ©Merdeka

Namun pihak travel tersebut membntah telah menelantarkan jemaah. Sebenarnya kekisruhan sudah mengepung First Travel jauh sebelum itu.

Kekacauan bahkan sudah terjadi sebelum nama Anniesa Hasibuan ‘berkibar’ di New York Fashion Week. Oleh sejumlah media ia dihebohkan mencetak sejarah baru, sebagai designer pertama yang memamerkan busana muslim di ajang bergengsi tersebut. Belakangan terungkap, itu cuman klaim kosong.

WAJIB BACA :  Pengakuan Ria Irawan Soal First Travel!

Seorang mantan staf First Travel mengungkapkan kalau skandal ini sebenarnya sudah mulai meletik sejak Desember tahun 2015 silam. Namun, persoalan belum ramai diekspos media. Saat itu sebanyak 255 jemaah protes.

Mereka yang membayar biaya reguler Rp 26,5 juta trnyata hanya mendapat fasilitas umrah promo yang saat itu dibanderol dengan harga Rp 13 juta. Janji menginap di hotel bintang empat dan lima pun hanya isapan jempol. Para jemaah kaget bukan kepalang saat mengetahui kondisi penginapan merek.

Suatu ketika, ada seorang jemaah yang terpisah dari rombongan, ia tersasar. Seorang warga Arab Saudi yang menemukannya tengh kebingungan, lantas mengantar ke hotel yang namanya tertera di tanda pengenl. Namun keterangan di nama tag dan hotel dimana mereka menginap itu tidak sesuai.

WAJIB BACA :  PPATK Temukan Lagi Aset Senilai Rp 7 Miliar Milik Bos First Travel!

Persoalan jadi makin kacau, karena saat itu hanya ada dua tour leader yang memandu para jemaah. Dan mereka tak bisa ngomong Arab maupun Inggris.

Buntt dari kejadian itu, Andik dan Anniesa datang mendadak ke kantor First Travel di kawasan Kuningan, jakarta. Seluruh staf dikumpulkan di ruang rapat. Seorang pejabat dari divisi legal membagikan kertas.

Isinya pernyataan bahwa karyawan tidak akan menyebarkan rahsia kantor dan siapa yang melanggar akan dituntut secara hukum. Pernyataan itu ditandatangani setiap karyawan.

Baca Juga First Travel Akan Berangkatkan Jemaah dengan Modus Penipuan Baru!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here