Begini Cara Saracen Menyebarkan Pesan Kebencian!

0
1294
Copyright ©GoRiau

Begini Cara Saracen Menyebarkan Pesan Kebencian!

Indowarta.com– Polisi telah mengakui keahlian yang telah dimiliki oleh Jasriadi alias JAS yang merupaka ketua jaringan penyebar ujaran kebencian Saracen di dalam menggunakan internet. Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Irwan Anwar telah mengatakan bahwa Jasriadi ini merupaka orang yang sangatlah cerdas. Dirinya telah belajar siber dengan cara otodidak.

baca juga : Eggi Sudjana Sebut Saracen Punya Kepentingan Politik Untuk Anti Islam!

Tidak heran apabila Saracen ini telah memiliki sebanyak 800.000 pengikut baik yang telah didapatkan secara ilegal maupun para pengguna Fb yang secara sukarela telah mengikuti akun Saracen. Analis Kebijakan Madya bidang Penmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono telah menyebutkan bahwa jaringan Saracen ini telah terdiri dari inti, pendukung dan juga followers ataupun pengikut.

WAJIB BACA :  Siapakah Pihak yang Sokong Biaya Sindikat Saracen?

Pudjo pada saat berada di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada hari Sabtu 26 Agustus 2017 ini telah mengatakan “Secara umum akun yang masuk atau terlibat dalam Saracen ini dan grup-grup lainnya itu 800 ribu akun, dengan inti mereka menyatakan mereka sendiri lansung mengendalikan 2.000 akun, berarti ada akun yang dibuat follower masing-masing,”.

Saracen
Copyright ©wartamaut

Pudjo menjelaskan bahwa untuk bisa langsung memiliki followers yang banyak, maka sindikat Saracen ini pun membajak akun yang lainnya. Pudjo mengatakan bahwa akun yang sudah dibajak itu telah memiliki banyak followers ataupun berpotensi untuk memiliki banyak followers.

baca juga : Ketua Ditangkap, Anggota Grup FB Saracen Menurun Drastis!

Pudjo menuturkan “Mereka akui untuk dapat follower dengan cepat melakukan hijact account”. Lebih lanjut lagi, telah disebutkan bahwa adanya kemungkinan korban yang diretas tersebut akan dipanggil ke kepolisian untuk bisa dimintai keterangan.

WAJIB BACA :  Ups. . Saracen Jadi Simpatisan Capres Kalah di Pilpres 2014?

Pudjo menuturkan “Bisa jadi yang di-hijact bisa memiliki platform pola pikir yang negatif atau kelompok yang suka share juga, ataupun mungkin mereka memang kelompok yang netral. Tapi mereka (Saracen) lihat akun yang punya potensi follower besar”.

Jasriadi sendiri mengaku bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk meretas jaringan media sosial. Dirinya belajar secara otodidak di internet. Bahkan dirinya belajar secara khusus mengenai Facebook.

Pudjo mengatakan “Jadi tidak ada namanya kita diajari orang, prosesnya panjang sekali. Waktu itu saya mempelajari dasar-dasar Facebook, saya membuka kode source. Kebetulan di bawahnya ada pengembang developer-nya, orang India”.

baca juga : 

FB Diminta untuk Ikut Tanggung Jawab Soal Sindikat Saracen!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here