Saracen Dibuat Untuk Hancurkan Lawan Politik di Pilpres 2019?

0
1855
Saracen
Copyright©twimg

Saracen Dibuat Untuk Hancurkan Lawan Politik di Pilpres 2019?

Indowarta.com – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus penyebaran berita hoax dan SARA d internet yang dilakukan oleh sindikat Saracen.

Seperti yang telah diketahui, sebelumnya polisi telah menangkap tiga orang pelaku sinikat penyebar ujaran kebencian tersebut. Kini para tersangka yang telah ditangkap sebelumnya pun masih dalam pemeriksaan.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kasubdit Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar, salah satu otif sindikat ini berani membuat konten negatif dan menyebarknya di media sosial lantaran faktor ekonomi.

Dilansir dari Liputan6, Minggu (27/8), Irwan mengatakan kalau pihaknya telah menemukan bukti tersebut. Barang bukti itu didapatkannya dari hasil interogas dan penyelidikan terhadp para tersangka.

WAJIB BACA :  Ini Hukum Bagi Muslim Terlibat Saracen Menurut Fatwa MUI!
Copyright ©GoRiau

Sindikat ini menjual konten tersebut dengan harga yang fantastis. Bagaimana tidak, mereka menjual konten negatif berbau SARA itu dengan harga Rp 75 juta hingga Rp 100 juta. Mereka mampu mendulang ung sebesar itu dari tiap proyek yang mereka kerjakan.

Saat ditanya siapa yang memesan proyek tersebut, Irwan belum bisa memberikan komentar apapun. Begitu juga mengenai tujuan proyek penyebaran berita hoax itu. Sempat muncul dugaan adanya partai politik yang menggunakan jasa mereka, namun hal itu belum diketahui.

Namun, menurut pengamat politik, Arbi Sanit, grup-grup seperti Saracen itu bisa dijadikan sebagai alat politik menjelang pemilikan umum 2019 mendatang.

Arbi menilai, salah satu tujuan grup-grup penyebar hoax tersebut adalah untuk memfitnah atau menjatuhkan calon presiden yang akan bertarung pada Pemilu 2019. Arbi menegaskan, Saracen dan akun-akun sejenisnya harus segera diberantas guna menghindari permainan politik.

WAJIB BACA :  Siapakah Pihak yang Sokong Biaya Sindikat Saracen?

Sindikat Saracen ini termasuk rapi dalam melakukan aksinya. Ia memanfatkan media sosial dan internet sebagai media mereka untuk menyebarkan ujaran kebencian dan SARA. Selain itu mereka juga terstuktur dan terorganisasi. Setiap anggota memiliki peran masing-masing.

Selama tahun 2017 saja, sudah banyak orang yang ditahan lantaran menyebarkan uajaran kebencian, namun tidak ada dari mereka yang merupakan anggota Saracen. Sindikat ini mulai terugkap pasca penangkapan Sri Rahayu, wanita yang telah menghina Presiden Jokowi di media sosial Facebook.

Baca Juga Ini Hukum Bagi Muslim Terlibat Saracen Menurut Fatwa MUI!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here