Siapakah yang Pakai Jasa Saracen?

0
1010
Saracen
Copyright ©voa Indonesia

Siapakah yang Pakai Jasa Saracen?

Indowarta.com– Penyidik Bareskrim Polri kini masih terus mendalami aliran dari kasus Saracen. Polisi kini tengah menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri transaksi keuangan yang pernah dilakukan oleh kelompok tersebut. Termasuk juga mengenai beberapa pihak yang sudah menggunakan jasa dari sindikat Saracen tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta pada hari Senin 28 Agustus 2017 telah mengatakan “Ada beberapa rekening yang masih dianalisis agar bisa diketahui aliran dananya, berapa jumlah dananya, apa ada pemesanan berita menyesatkan”.

Selain itu polisi juga telah menduga bahwa masih ada beberapa akun yang digunakan untuk menyebar ujaran kebencian tersebut selain Saracen. Oleh sebab itu polisi telah berkoordinasi dengan Kementeri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk bisa mengawasi pengelola grup penyebar konten ujaran kebencian di dalam media sosial Facebook.

WAJIB BACA :  Viral Beredarnya Foto Rapat Saracen, Eggi Sudjana Sebut Itu Solidaritas Pemenangan Prabowo!
Saracen
Copyright ©wartamaut

Diduga bahwa sindikat Saracen ini telah menyebarkan ujaran kebencian di dalam media sosial dengan tarif yang mencapai hingga puluhan juta rupiah. Hingga saat ini polisi pun masih terus menelusuri beberapa pihak yang pernah menggunakan jasa dari sindikat Saracen tersebut.

Jasriadi sendiri yang merupakan ketua sindikat Saracen ini pun telah membantah apabila dirinya tidak memasang tarif untuk ujaran kebencian di dalam media sosial meskipun ada anggaran di dalam bentuk proposal. Jasriadi pun mengatakan “Saya tidak menawarkan, orang minta buatkan anggarannya berapa sih yang seperti itu”.

Jasriadi menambahkan “Saya tidak pernah menerima atau pesanan dari orang yang seperti itu, misalnya ini Pilkada, oh dibayar sekian, saya tidak pernah menerima seperti itu”. Selain itu Jasriadi juga telah membantah bahwa adanya pemesan dari banyak pihak. Dirinya hanya mengaku bahwa permintaan hanya pada saat Pilkada Pekanbaru saja.

WAJIB BACA :  Kapolri Instruksikan Tangkap Pemesan dan Pemberi Dana Saracen!

Jasriadi mengatakan “Yang dulu waktu minta anggaran itu di Pekanbaru, tidak ada sangkut pautnya dengan di Jakarta. Karena waktu itu ada pemilihan wali kota kalau enggak salah. Hanya sebatas itu, selebihnya enggak ada”.

baca juga : 

Ini Hukum Bagi Muslim Terlibat Saracen Menurut Fatwa MUI!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here