Polisi Selidiki Sindikat Saracen dalam Pilkada DKI!

0
1520
Saracen
Copyright©Hipwee

Polisi Selidiki Sindikat Saracen dalam Pilkada DKI!

Indowarta.com – Ketua Sindikat Saracen Jasriadi atau JAS mengaku dirinya pernah melakukan pertemuan besar-besaran dengan para anggotanya menjelang Pilkada DKI Jakarta lalu. menurutny, tahun 2016, Agus Setiawan mengajaknya bertemu dengan para anggota grup  dalam acara silahturahmi akbar.

Agus Setiawan sendiri merupakan salah satu pimpinan Saracen yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Seperti yang dikatakan oleh JAS, “Silahturahmi akbar itu waktu Pilkada DKI. Itu pertemuannya saya enggak tahu persis, di situ ada ceramah cara memilih pemimpin. Tapi lebih detailnya saya lupa karena sudah lama”.

Bhkan Jasriadi mengatakan saat itu ada media yang meliput pertemuan tersebut. Pertemuan itu dilakukan sekitar bulan Juni atau Juli. Kendati demikian, ia mengaku kalau pertemuan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan Saracen.

Para anggota penyebar ujaran kebencian dan SARA itu pertama kali bertemu saat menjadi simpatian salah satu calon presiden dan wakil presiden yang gagal pada pilpres 2014 silam.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Kritisi Soal Ahok Gate, Fadli Zon Akan Kirim Surat Aspirasi Ke Presiden Jokowi !
Saracen
Copyright©kabar

“Perkenalan kita di medsos, waktu itu kan ada Pilpres 2014 kebetulan kita simpatisan salah satu calon yang gagal ya. Nah di situ kita kenal dengan yang seide, dan dari situ setiap yang seide ya kita kenal,” ujar JAS.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan penebar kebencian itu, termasuk siapa saja yang telah memesan berita hoax kepada sindikat Saracen.

Selain itu Tjahjo juga mengatakan, jika ada pasangan calon dalam pemilihan legeslati, pilkada, maupun pilpres yang terbukti menyebar ujaran kebencian dan SARA, maka harus diberikan tindakan tegas dan didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawslu) dalam kontrol atau pengawasan DPR.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: KPU Ancam Pelaku Politik Uang dengan 6 Tahun Bui dan Denda Rp 1 Miliar!

Menurutnya, jika tidak ada tindakan tegas semacam itu, mka mekanisme demokrasi dalam pemilihan legeslatif, pemilihan kepala daerah, maupun pemilihan presiden akan rusak. Itu karena, salah satu syarat sukses gelaran tersebut adalah tidak adanya kampanye yang berbau SARA dan fitnah.

Sebagai informasi, motif dari sindikat ini kabarnya yakni faktor ekonomi. Mereka menjual berita hoax itu dengan angka yang fantastis, yakni Rp 75 juta hingga Rp 100 juta.

Baca Juga Siapakah yang Pakai Jasa Saracen?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here