Cara Kerja dan Resiko Efek Samping Dari KB Suntik!

0
5277
ilustrasi KB suntik
Copyright ©Kompas

Cara Kerja dan Resiko Efek Samping Dari KB Suntik!

Indowarta.com – Untuk Anda yang berminat untuk meggunakan alat kontrasepsi KB suntik, ada baiknya kalau terlebih dahulu memahami cara kerja serta risiko efek samping dari KB yang satu ini.

KB suntik merupakan salah satu metode kontrasepsi. Umumnya, cara kerja dari kontrasepsi yakni mencegah terjadinya pembuahan dengan menjaga sel sperma dan sel telur agar tidak bertemu. Selain itu ada juga cara lainnya yakni menghentikan produksi sel telur. KB  suntik ini bekerja dengan cata keduanya.

Cara kerja KB ini, suntikan akan berisikan hormon progesteron. Suntikan untuk KB berisikan hormon progsteron. Hormon ini bersifat mengentalkan lendir di mulut rahim sehingga menghalangi sel sperma masuk ke rahim. Hormon yang disuntikkan ini sama dengan progesteron yang diproduksi tubuh wanita saat masa haid.

Baca Juga Perempuan Indonesia Terancam Kena Kanker Serviks Saat Nikah Dibawah Usia 21 Tahun!

Saat menggunakan KB jenis ini, Anda mungkin tidak mengalami haid karena sifat hormon progesteron ini menghentikan produksi dan pelepasan sel telur. Kondisi rahim juga menjadi lebih tipis sehingga jika ada sel telur yng brhasil dibuahi, maka rahim tak mampu mendukung da kehamilan bisa dicegah.

KB suntik
Copyright ©Halodok

Efek samping dari suntik KB yang selama ini kerap terjadi adalah bertambahnya berat badan, peredaran darah tidak teratur, dan perubahan suasana hati yang berlangsung dengan cepat.

Selain itu juga sakit kepala dan nyeri payudara. Meski tidak pasti muncul pada setiap pengguna, nmun cukup banyak wanita yang mengeluhkan efek samping tersebut. Efek ini kemungkinan berlangsung sejak mendapatkan suntikan sampai efek obat KB habis.

Baca Juga Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear, Apa itu?

Selain itu, beberapa efek samping lainnya yang perlu diwaspadai dan mungkin terjadi lantaran pemakaian KB ini adalah:

  • Kemungkinan kepadatan mineral tulang berkurang

Jika Ana menggunakan KB ini maka ada kemungkinan Anda berpotensi mengalami kehilangan kepadatan mineral tulang. Sehingga meningkatkan terjadinya risiko osteoporosis.

  • Tidak cepat subur kembali

Itu artinya Anda tidak bisa langsung merencanakan kehamilan setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi yang satu ini. Sebab setelah selesai menggunakan KB ini, mungkin ada penundaan pemulihan kesuburan kurang lebih sekitar 10 bulan setelah lepas KB.

  • Tidak melindungi infeksi penyakit menular

Penelitian membuktikan kalau KB hormonal seperti suntik, tidak dapat melindungi infeksi penyakit menular. Bahkan risiko terkena HIV atau Klamidia pada wanita cenderung meningkat. Sayangnya cenderung meningkatnya risiko ini tk diketahui secara pasti. Mungkin karena faktor hormonl atau bisa saja karena faktor perilaku pengguna KB tersebut.

Jika efek samping KB suntik dianggap mengganggi, disarankan untuk mencari alat kontrasepsi lin yang lebih sesuai.

Baca Juga Kompilkasi yang Terjadi Karena Kanker Serviks!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here