Fadli Zon Kritisi Jokowi yang Kumpulkan ‘Buzzer’ di Istana!

0
1473
fadli zon
Copyright©tmpo

Fadli Zon Kritisi Jokowi yang Kumpulkan ‘Buzzer’ di Istana!

Indowarta.com– Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yakni Fadli Zon telah mempertanyakan mengenai langkah yang sudah ditempuh oleh presiden Joko Widodo yang sudah beberapa kali mengumpulkan para pegiat media sosial di istana. Fadli Zon pun telah menuding bahwa sebagian dari pegiat media sosial yang telah diundang ke istana ini merupakan buzzer politik.

Fadli dalam keterangan tertulisnya pada hari Rabu 30 Agustus 2017 ini telah mengatakan “Saya ingin mengkritik Presiden yang berkali-kali mengumpulkan buzzer-buzzer politik di Istana”. Lalu Fadli Zon menambahkan “Di tengah wabah hoax, hate speech, dan eksploitasi isu SARA di kalangan pengguna media sosial kita, mengumpulkan para buzzer pendukung pemerintah adalah bentuk komunikasi politik yang bermasalah dari seorang kepala negara”.

WAJIB BACA :  Saat Presiden Jokowi Tuliskan Huruf Pertama di Al Quran!

Selain itu Fadli Zon juga meminta agar kegiatan mengumpulkan buzzer politik ini tidak dilanjutkan lagi karena hanya akan merusak wibawa negara saja. Menuruf Fadli Zon, langakh kontraproduktif dengan usaha Polri yang sedang membongkat mafia penyebar berita hoax dan kebencian di media sosial.

Fadli Zon
Copyright©ProfilBos

Tindakan dari Presiden Jokowi yang seringkali mengundang para pegiat media sosial ke Istana ini menurut Fadli Zon hanya akan memperkuat kesan di masyarakat bahwa pemerintah ini sebenarnya menerapkan standar ganda di dalam urusan hoax dan juga ujaran kebencian.

Fadli Zon mengatakan “Sebab, jika menyangkut para ‘buzzer Istana’, tidak pernah ada tindakan hukum terhadap mereka, meskipun misalnya cuitan atau posting mereka di media sosial kerap kali meresahkan dan melahirkan perselisihan di tengah masyarakat”.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: 3 Bukti Utama Pemerintahan Presiden Jokowi 'Tunduk' Pada Tekanan Massa!

Fadli Zon telah memberikan contoh salah satu buzzer yang diundang ini pernah menyebarkan berita hoax terkait dengan Ketua Umum Partai Gerindra yakni Prabowo Subianto. Namun yang bersangkutan ini tidak pernah diproses malahan dirangkul oleh pemerintah.

Fadli Zon mengatakan “Ini adalah tantangan bagi Polri. Mereka harus menyadari posisinya jika Polri adalah alat negara, dan bukan alat kekuasaan. Untuk itu mereka tidak boleh menerapkan standar ganda dalam pengusutan kasus hoax, hate speech, dan SARA di media sosial”.

baca juga : 

Jokowi Diminta Reshuffle Kabinet di Kementrian yang Korup!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here