Eggi Sudjana Dilaporkan Polisi Karena Kasus Pemalsuan Dokumen!

0
1043
First Travel
Copyright©telegram

Eggi Sudjana Dilaporkan Polisi Karena Kasus Pemalsuan Dokumen!

Indowarta.com– Tim bantuan kuasa hukum Kodam V/Brawijaya ini telah melaporkan Eggi Sudjana ke polres Tulungagung, Jawa Timur pada hari Rabu 30 Agustus 2017. Disebutkan bahwa Eggi Sudjana telah mengguanakan dokumen palsu di dalam gugatan eks lahan perkebunan Kaligentong, secara sengaja dan juga terencana.

baca juga : Gerindra Tepis Pernyataan Eggi Sudjana Soal Solidaritas Menangkan Prabowo!

Selain Eggi Sudjana, yang menjadi kuasa hukum penggugat, pihak dari Bakumdam TNI ini juga telah melaporkan perwakilan kelompok warga penggugat yang bernama Sutrisno dengan tuduhan sebagai biang pemalsuan dokumen tersebut.

Tim Bakumdam Mayor (Chk) Syamsoel Hoeda dikonfirmasi usai menyerahkan dokumen pelaporan di Polres Tulungagung telah mengatakan “Kami mencurigai ada dokumen fiktif digunakan dalam pengajuan gugatan sebelumnya di Pengadilan Negeri Tulungagung”.

WAJIB BACA :  Disebut Nistakan Agama, Eggi Sudjana Minta Maaf!
Copyright©Kompas

Selain itu dirinya juga telah mengungkapkan bahwa kecurigaan adanya dokumen palsu atau fiktif diketahui pada saat proses persidangan yagn berlangsung sebelumnya. Menurut Syamsoel Hoeda, di dalam persidangan perdata tersebut pihaknya telah menemukan beberapa data fakta yang masih perlu ditindaklanjuti lagi diantaranya adalah temuan pemalsuan dokumen.

baca juga : Viral Beredarnya Foto Rapat Saracen, Eggi Sudjana Sebut Itu Solidaritas Pemenangan Prabowo!

Dirinya memberikan contoh bahwa temuan adanya dua nama warga yang telah tercantum ikut menggugat, namun ternyata sudah meninggal dunia pada 2015. Padahal gugatan tersebut telah dibuat pada tahun 2016. Dirinya mengatakan “Anehnya kedua warga yang sudah almarhum tersebut ikut memberi surat kuasa, untuk menggugat TNI AD”.

WAJIB BACA :  Usai Advokat, kini Giliran Ormas yang Laporkan Eggi Sudjana!

Tidak hanya itu saja, Syasoel Hoeda juga menyebutkan bahwa telah ditemukan pula beberapa warga  yang merasa tidak pernah iktu menggugat namun nama mereka ini telah dicatut sebagai bagian warga yagn turut menggugat TNI. Syamsoel mengatakan “Ada 12 warga yang merasa tidak pernah ikut menggugat, namun dicatut sebagai pemberi kuasa kepada kuasa hukum warga”.

Tim bakumdam TNI yang lainnya yani Taufan telah menyatakan bahwa indikasi pemalsuan terlihat pada dokumen KTP dan juga surat kuasa penggugat atas nama Mika Purnamasari dan Sadeni yang telah meninggal dunia semenjak tahun 2015 yang lalu. Taufan mengatakan “Di situ ada perbedaan antara tanda-tangan di KTP dengan tanda-tangan di surat kuasa, yang satu menggunakan cap jempol dan satunya tanda tangan. Ini dua dokumen kok beda tanda tangan bagaimana ceritanya”.

baca juga : 

Ketika Nama Eggi Sudjana Masuk Dalam Sindikat Saracen!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here