Ketika Novel Baswedan Bongkar Peran Sekaligus Geliat Brigjen Aris Budiman!

0
1977

Ketika Novel Baswedan Bongkar Peran Sekaligus Geliat Brigjen Aris Budiman!

Indowarta.com – Beberapa waktu lalu dilakukan wawancara terhadap Novel Baswedan di Singapura karena penyidik senior KPK itu sendiri tengah berada di rumah sakit guna menjalani perawatan. Wawancara itupun berhasil mengungkap sedikit apa yang dilakukan oleh Aris Budiman.

Tepatnya pada akhir minggu terakhir bulan Agustus dilakukan pengajuan permohonan supaya dapat bertemu dengan Novel Baswedan. Tak disangka pada malamnya tepatnya hari Selasa, 29 Agustus 2017 atau sehari sebelum wawancara dipanggil Aris Budiman oelh Pansus.

Pansus hak angket KPK di DPR memangil Direktur Penyidikan KPK Brigjen Polisi Aris Budiman. Maka dari itu pertanyaan wawancara yang sebelumnya sudah siap akhirnya berubah banyak. Pertanyaan pun dirubah dengan mengikuti detail apa yang disampaikan oleh Aris dan disusun mejadi bahan pertanyaan.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Polisi Masih Dalami Alibi Dibalik Penyerangan Novel Baswedan!

Kemudian pada Rabu, 30 Agustus 2017 seseuai jadwal baru berangkat ke Singapura untuk mewawancarai Novel Baswedan. Diketahui jika sebelumnya sempat beredar sebuah video yang menunjukan jika Novel sedang berjalan-jalan di sekitar wilayah rahasia di Orchard Road.

Novel Baswedan
Copyright©tribunnews

Ketika ditanya mengenai video yang diunggah di Youtube yang menyebutkan jika Novel tengah berjalan-jalan menghabiskan uang negara ditampik penyidik senior KPK tersebut. Dia menjawab ‘Video itu terpotong saat saya hendak pergi ke masjid di kawasan Orchard Road. Jika diteruskan video itu menunjuka saya masuk ke masjid’

Novel sendiri memang tinggal di tempat yang dirahasiakan yakni di sekitar Orchard Road. Kemudian pertanyaan pun diajukan mengenai sidang pansus yang menghadirkan Aris Budiman. Selain itu juga ditanyakan mengenai e-mail yang berujung pelaporan Novel.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Presiden Jokowi Diminta Bentuk Tim Gabungan Untuk Usut Serangan Novel Baswedan!

Novel mengatakan jika mengenai e-mail tersebut merupakan ketidaksetujuan pegawai di KPK. Surat itu menurut Novel bukanlah pendapat pribadinya melainkan aspirasi dari pegawai KPK yang ditulis kembali oleh Novel selaku Ketua Wadah Pegawai di lembaga antirasuah.

Lalu ketika ditanya mengenai alasan wadah pegawai menolak keputusa Aris, Novel menjawab jika Aris selalu menghalangi pemeriksaan sejumlah oknum polisi yag tersangkut dalam kasus yang ditanganai KPK. Sejumah kasus tersebut diantaranya kasus suap Polri di Polda Sumsel, kasus suap Mahkamah Agung (MA) dan kasus yang melibatkan ajudan Nurhadi sebagai sakis kunci dalam penggeledaan hinggga sekarang belum bisa diperiksa.

Novel Baswedan megatakan jika bukan hanya Jenderal Mabes Polri yang terlibat. Menurutnya ada sejumlah pengikut sang Jenderal yang ikut serta berperan dalam peristiwa tersebut.

baca juga : KPK Lakukan Mediasi Perseteruan Aris Budiman dan Novel Baswedan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here