Militan Rohingya Melawan Militer Myanmar, Kisah Golok Vs Senapan Mesin!

0
1398
Rohingya
Copyright ©ccnindonesia

Militan Rohingya Melawan Militer Myanmar, Kisah Golok Vs Senapan Mesin!

Indowarta.com – Konflik di Myanmar yang melibatkan militer setempat dengan warga muslim Rohingya belum juga selesai. Kali ini sebuah cerita pun didapatkan dari salah seorang pria yang juga tengah mengungsi di Bangladesh bernama Ala Uddin (27 tahun).

‘Saya tak mau anak-anak saya menjadi anak yatim karena konflik ini’ ujarnya.

Karena konflik Rohingya dengan militer Myanmar ini Uddin memutuska untuk meninggalkan kelompok yang menyebut diri meraka Harakah Al-Yaqin (Gerakan Keimanan) atau Pasukan Keselamatan Rohingya Arakan (ARSA). Cukup diketahui jika kelompok militan Rohingya ini menyerang pos polisi di perbatasan pada akhir Agustus 2017 lalu.

WAJIB BACA :  Fokus: Inilah Hal yang Bisa Kita Lakukan Untuk Membantu Muslim Rohingya!

Uddin meniggalkan kelompok tersebut karena dirinya melihat jika ARSA hanya bermodalkan parang. Sedangkan lawan mereka yakni militer Myanmar memunyai persenjataan jauh lebih canggih. Dia mengatakan jika hal ini diibaratkan Daud melawan Golita atau Parang vs senjata mesin.

Rohingya
Copyright ©okezone

Diketahui jika kelompok ARSA ini cukup diperboncangkan oleh publik karena aksi mereka mendukung kaum Rohingya. Kelompok ini beberapa tahun terkahir terus berkembang meskipun persenjataan yang mereka miiki jauh tertinggal dengan fasilitas militer.

Akan tetapi nama kelompok ini semakin mencuat setelah pada Oktober tahun lalu melakukan serangan kepada aparat keamanan di perbatasan tepatnya di Negara bagian Rakhine. Karena mendapatkan serangan Tatmadaw sebutan bagi militer Myanmar pun merespon hal tersebut dengan melakukan serangan balik.

WAJIB BACA :  Diamnya Sikap Aung San Suu Kyi Saat Ribuan Warga Muslim Rohingnya Mengungsi!

Konflik pun pecah dan warga Rohingya yang tinggal di wilayah bagian Rakhine harus kehilangan tempat tinggal mereka karena dibakar oleh militer Myanmar. Tercatat lebih dari 200 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh mulai Oktober lalu. Banyak diantara mereka yang mengaku telah diperkosa, desanya dibakar hingga pembunuhan.

Karena merasa tidak terima akhirnya pada 25 gustus 2017, ARSA kembali menggencarkan serangan ke lebih dari 30 pos polisi di perbatasan. Pernyataan dari otoritas Myanmar menyebutkan jika saat itu ARSA mengerahkan sekitar 150 militan dan berhasil merampas sejumlah senjata polisi. Pernyataan lain menyebutkan jika ARSA menggunakan senjata primitf seperti pedang, parang, pendung serta senapan, bom da pistol rakitan sendiri.

WAJIB BACA :  PBNU Desak Pemerintah dan PBB Segera Selamatkan Muslim Rohingya!

Maynmar mengkaim jika mereka telah membunuh 400 warga Rohingya dan telah kehilangan 15 anggotanya saat insiden tersebut. Hingga kini koflik masih terus berlanjut dan warga rohingya pun tengah mengungsi di perbatasan Myanmar-Bangladesh.

baca juga : Kejinya Myanmar Sengaja Pasang Ranjau Untuk Pengungsi Rohingya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here