Menolak Lupa, Ini Dia Kekerasan HAM yang Terjadi di Zaman Megawati Soekarnoputri!

0
2174
Kekerasan HAM
Copyright ©teropongsenayan

Menolak Lupa, Ini Dia Kekerasan HAM yang Terjadi di Zaman Megawati Soekarnoputri!

Indowarta.com – Kali ini sejumlah catatan kekerasan Hak Asasi Manusia (HAM) zaman pemerintahan Megawati Sokearnoputri terangkum jelas. Salah satu Kekerasan HAM dibuka ceritanya oleh sineas dokumentr Dandhy Dwi Laksono yang akhirnya dilaporkan oleh Abdi Edison yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah relawan Perjuangan Demokrasi (DPD Resdem) Jawa Timur.

Pada saat itu Dadhy menuliskan terjadi Kekerasan HAM dan Adhi pun menuduh Dhandy mencemarkan nama baik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnooputri dan Presiden Joko Widodo melaui akun facebook miliknya. Tuduhan tersebut karena tulisan Dandhy berjudul ‘Suu Kyi dan Megawati’.

Dandhy membandingkan keduanya dalam koteks konteks tulisn Dandhy yakni ‘ikon pejuang demokrasi yang pernah diresepsi tak selalu dapat diandlakan atau jadi tumpuan harapan untuk menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan‘. Dengan konteks tulisan itupun membuat simpatisan Megawati atau kader PDIP termasuk Abdi Edison tersiggung.

Abdi tersinggung karena Megawati disejajarkan dengan Aung San Kyi sorang pemimpin Myanmar. Saat itu Aung San Suu Kyi memimpin ketika Myanmar dalam keadaaan menjadi sorotan lantaran situasi kekejaman yang dialami etnis Rohingya.

Kekerasan HAM
Copyright ©okezone

Namun jika dilihat fakta-fakta yang diungkapkan Dandhy mengenai Kekerasan HAM di Aceh dan Papua sebenarnya faktual dan memang terjadi masa Megawati masih menabat sebagai Presiden RI tahun 2001 hingga 2004. Seperti halnya janji Megawati kepada Aceh dan Papua pada 29 Juli 1999 di atas panggung sederhana.

‘Kepada kalian saya akan berikan cinta saya, saya akan berikan hasil ‘Arun’-mu supaya rakyat dapat neikmati indahnya Serambi Mekah bila dibangun dengan cinta dan tanggung jawab’ ujar Megawati. Arun sendiri merujuk pada ladang gas yang dieksporasi sejak awal tahun1970-an.

Akan tetapi alih-alih memberikan kadang gas itu yang menjadi cadangan gas terbesar di Aceh, Megawati justru mengirimkan tentara untuk serangkaian operasi militer. Selain itu dia juga berpaling dari janji di Irian Jaya yang pada tahun 2001 diganti nama dengan Papua.

Kekerasan HAM pun terjadi dan sederet aktivis HAM, pejuang demokrasi dan wrga sipil di Papua tewas selma pemerintahan Megawati. Sejumlah aktivis HAM dan demokrasi di Papua pun juga terbunuh. Orang-orang yang terbunuh dalam pemerintahan Megawati yakni Theys Eluys Eluay (Ketua Presidium Dewan Papua), Else Bonay Rumbiak serta Mariana Bonay yang merupakan istri dan anak Johanes G.Bonay (Direktur Lembaga Study Advokasi HAM Papua).

baca juga : Kenang Mendiang Sosok Walikota Pekalongan ‘Achmad Alf Arslan Djunaid’!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here