Pembagian Bantuan Ricuh, 3 Warga Rohingya Tewas!

0
648
Rohingya
Copyright©newsdetik

Pembagian Bantuan Ricuh, 3 Warga Rohingya Tewas!

Indowarta.com – Pembagia bantuan terhadap pengungsi Rohingya ricuh dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Seorang wanita dan dua anak tewas saat pembagian bantuan berupa pakaian di dekat tempat pengungsian yakni di Kutupalong, Bangladesh.

Mengenai kejadian tewasnya tiga orang warga Rohingya dalam pembagian bantuan ini juga dijelaskan oleh Kelompok Koordinasi Antar Sektor (ISCG). Dijelaskan jika insiden tersebut terjadi pada Jumat, 15 September 2017 saat bantuan dileparkan dari sejumlah truk di jalan tepatnya di Balukhali Pan Bazar.

Kematian tiga orang itu dianggap sebagai peringatan nyata bagi para warga lainnya yang mengungsi di sejumlah kamp dekat perbatasan Myanmar-Bangladesh. Hingga saat ini jumlah pengungsi mencapai 409 ribu orang dan mereka tiba dikawasan tersebut sejak tanggal 25 Agustus 2017. Angka ini tercatat meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah pengungsi yang menempati daerah tersebut hari sebelumnya.

WAJIB BACA :  Aksi Simpatik Ribuan Warga Surabaya Untuk Umat Muslim Rohingya!

Salah seorang pengungsi mengungkapakan jika dirinya mengungsi tak membawa apapun dan hanya mengandalkan bantuan dari orang lain. ‘Saya tidak membawa apapun dan pakaia ini juga dari orang lain. Saya sudah tidak punyak apa-apa, saya kehilangan segalanya termasuk rumah saya di Myanmar. Semuanya hancur’ ujarnya sata ditemui pada Senin, 18 September 2017.

Rohingya
Copyright©republika

Cukup diektahui konflik Rohingya dengan milier Myanmar sendiri bermula saat militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) melancarkan serangan ke sejumlah pos keamanan di Rakhine dan menewaskan sebanyak 12 petugas. Hal itulah memicu operasi militer intensif dan dikatakan jika militer Myanmar dengan sengaja membakar desa-desa yang dihuni oleh warga Rohingya didekat perbatasan Bangladesh sebagai uapya pembersihan etnis.

WAJIB BACA :  Timnas U-16 Indonesia Harus Bermain Imbang dengan Myanmar!

Sedangkan mengenai bantuan, sering kali disalurkan oleh penduduk lokal Bangladesh sebagai rasa simapti mereka. Terlihat sering kali warga lokal melemparkan bantuan dari atas truk melewati kamp pengungsian. Akan tetapi cara tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu kericuhan hingga menimbulkan korban jiwa.

Mengenai penyaluran bantuan ini pun juga ditanggapi oleh juru bicara Federasi Palang Merah Internasional (IFRC) Bangladesh, Corinne Ambler. Dia mengatakan bantuan lebih baik didistribusikan melalui sejumlah titik-titik resmi yang telah disediakan karena dengan melemparkan barang dari truk dinilai berbahaya untuk warga pengungsi.

Sementara itu pada umumnya warga Rohingya tiba di lokasi pengungsian dalam keadaan sakit, lapar dan mengalami dehidrasi. Sejumlah bantuan pun terpaksa diproritaskan kepada kelompok paling rentan yakni ibu hamil, bayi, orang sakit dan orang tua. Sedangkan hari Jumat setidaknya tiga ribu keluarga atau /5.000 orang mengantre utnuk mendapatkan antuan resmi yang dibagikan oleh kelompok Bulan Sabit Merah dari Bangladesh dan Uni Emirat Arab.

Baca juga :  Militan Rohingya Melawan Militer Myanmar, Kisah Golok Vs Senapan Mesin!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here