Bank BUMN Sepakat Tak Pungut Biaya Soal Top Up Uang Elektronik!

0
530
Top Up Uang Elektronik
Copyright©kompasekonomi

Bank BUMN Sepakat Tak Pungut Biaya Soal Top Up Uang Elektronik!

Indowarta.com – Rencana digunakannya biaya pengisian ulang atau top up uang elektronik menimbulkan kontroversial. Wacana tersebut sempat menjadi polemik masyarakat dan banyak dari mereka berspekulasi mengenai dengan berbagai pandangan.

Meskipun penggunaan uang elektronik bisebut-sebut dapat membuat transaksi lebih cepat dan efisien, namun masyarakat mempunyai padangan lain. Biaya top up uang elektronik diaggap membebani mereka dan dianggap menyusahkan mereka para penggunya.

Seperti diketahui hingga saat ini aturan mengenai biaya isi ulang uang elektronik masih diproses oleh Bank Indonesia (BI). Penerapan uang elektronik itupun menimbulka polemik tersendiri di kalangan masyarakat. Mengenai pengenaan biaya isi ulang tersebut emdnapat tanggapan dari pernyataan yang dihimpun Bank-Bank Milik Negara (Himbara) yang ternyata memutuskan tidak akan memungut biaya.

Baca juga : Eggi Sudjana Sebut Saracen Punya Kepentingan Politik Untuk Anti Islam!

Mengenai penerapan top up uang elektronik tanpa memungut biaya ini juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Suprajarto. ‘Kami telah melakuka koordinasi dan kami (Himbara) sepakat tak akan memungut biaya dlam pengisian ulang uang elektronik‘ ujarnya saat ditemui pada Senin, 18 September 2017.

Top Up Uang Elektronik
Copyright©kompasekonomi

Maka dengan kesepakatan tersebut pengisian uang elektronik yang dimiliki oleh Bank-Bank milik negara tak akan dipungut biaya. Bank BUMN tersebut diantaranya BRI, PT bank mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negra Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Suprajarto menambahkan jika Himbara nantinnya akan lebih mengedepanakan penggunaan teknologi dalam isi ulang uang elektronik ini. Namun dia mengaku belum bisa menjelaskan secara detail terkait dengan mekanisme pemanfaatan teknologi ini.

Baca juga : lebih Dari 500 Korban First Travel Lapor Ke Bareskrim Polri!

Selain itu dia juga belum menjelaskan kapan pastinya kesepakatan bebas biaya isi ulang tersebut akan diberlakukan. ‘Kami belum bisa menjelaskan secara terperinci saat ini mengenai mekanismenya. Yang jelas kita akan lebih mengarahkan to up uang elekronik melalui pemanfaatan teknologi’ tutupnya.

Sementara itu cukup diketahui sebelumnya perbankan mengajukan usulan kepada Pihak bank indonesia untuk diperbolehkan mengenakan biaya top up uang elektronik kepada konsumen sebesar Rp 1.500 hingga Rp 2.000. Sedangan untuk mengurangi beban biaya perbankan diharapkan pengguna tidak hanya sekedar membeli voucher semata, namun juga turut menjdi nasabah dari perbankan tersebut.

Baca juga : Polisi Tetapkan 9 Tersangka Peredaran Obat PCC di Kendari!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here