Musim Hujan di Indonesia Akan Datang Bulan Oktober Nanti?

0
1702
Musim Panas
Copyright©Istimewa

Musim Hujan di Indonesia Akan Datang Bulan Oktober Nanti?

Indonwarta.com – Pada awal pekan ini mulai dari Senin (18/9/17), hawa yang sudah dirasakan oleh kebanyakan masyarakat terasa panas. Bahkan berdasarkan informasi kalau hawa panas ini juga dirasakan di Jakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

BACA JUGA : BMKG Beberkan Alasan kenapa Cuaca Panas Terik Beberapa Hari Ini!

Untungya, masyarakat Indonesia sudah tidak lagi menunggu lama untuk datangnya hujan. Karena musim hujan telah dinanti-nanti oleh sebagian orang, khususnya para petani yang akan digunakan untuk penyiraman.

Hary Tirto Djatmiko selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyatakan kalau sebagian dari wilayah yang berada di Jawa bagian barat beberapa waktu ini memiliki potensi terjadinya musim hujan.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: BMKG Luncurkan Kabar Soal Gempa di Lampung, Tak Berpotensi Tsunami!
Musim Panas
Copyright©Istimewa

Salah satu kawasan yang akan berpotensi terjadi musim hujan adalah Jabodetabek. Bahkan sebelumnya sejumlah daerah dikawasan itu telah tarjadi hujan dengan intensitas sedang. Hary menejelaskan, kalau pada bulan September-November ini merupakan masa transisi antara musim kemarau dengan musim penghujan.

Untuk sejumlah wilayah yang ada di Indonesia, kemungkinan besar musim hujan akan datang pada bilan Oktober hingg November. Yang perlu diketaui, tidak semua wilayah akan mengalami musm yang bersamaan.

BACA JUGA : BMKG Ingatkan Soal Adanya Siklon Tropis Talim, Apa Itu?

“76 persen wilayah zona musim itu diawali Oktober dan November. Secara berangsur-angsur akan bergeser ke wilayah timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan seterusnya,” ujarnya.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: BMKG Paparkan Tentang Gempa Susulan Di Piiddie Jaya, Aceh Makin Meluruh !

Sedangkan terkait dengan ucaca panas yang dapat dirasakan beberapa waktu belakangan ini, Hary mengungkapkan, hal tersebut memang merupakan sebuah fenomena yang wajah terjadi pada musim kemarau. Untuk suhu panas yang mucul berkisar anara 34-37,5 derajat celcius.

“Itu normal. Angka itu didapat dari hasil monitoring suhu udara,” kata Hary, Kamis (20/9/17).

Ia menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan suhu. Matahari yang sudah berada di garis katulistiwa akan membuat radiasi panas yang cukup tinggi. Disamping itu, ada juga beberapa penyebabnya, yaitu aliran udara dingin dan kering yang  berasal dari Australia.  Sehingga denga itu kelembaban udara sekitar akan mengalami penurunan yang cukup drastis, yaitu 60 persen.

Baca juga : BMKG: Gempa 6.4 SR di Bengkulu Tak Berpotensi Tsunami!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here