YLBHI Minta Kivlan Zein Beri Bukti Soal Sarang Komunis!

0
1085
YLBHI
Copyright ©beritaterkini

YLBHI Minta Kivlan Zein Beri Bukti Soal Sarang Komunis!

Indowarta.com – Anggapan jika Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ada kaitannya dengan PKI terus bergejolak. Kali ini Ketua YLBHI, Asfinawati menilai jika Mayor Jenederal Purnawirawa TNI, Kivlan Zen memang berhak menganggap YLBHI ada hubungannya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan sebagai sarang komunis.

Asfinawati mengatakan Kivlan Zein berhak mengatakan seperti itu asalkan memaparkan bukti-bukti sebagai dasar tuduhanya. ‘Menurut saya di negara yang demokratis terserah orang mau bilang apa saja dan itu hak dia. Tapi kami bertanya mana buktinya dan saya sendiri yakin jika bukti tak akan pernah ada karena peryataan itu tidak benar’ ujarnya saat ditemui di gedung YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat, 22 September 2017.

WAJIB BACA :  PKI Sudah Usai, Ketua MUI Sebut Tak Usah Ikut Aksi 299!

Seperti diketahui sebelumnya Kivlan Zein menyebut jika LBH seperti halnya orgaisasi Hizbut Tahrir Indoensia (HTI). Hal itu dikatakan oleh purnawirawan TNI tersebut karena kelompok itu sering kali melakukan kegiatan yang berkaitan dengan PKI.

Tanggapan dari Kivlan itu pun mebuat pihak YLBHI angkat bicara dan merasa dituduh. Asfianawati sendiri menjelaskan jika LBH-YLBHI Jakarta merupakan lembaga bantuan hukum yang memberika layanan secara gratis. Dia mengatakan jika setiap tahunnya LBH Jakarta menerima sekitar 1.400 kasus hukum.

YLBHI
Copyright ©kompas

Selain itu menurutnya klien LBH Jakarta juga beragam dan tak pernah membedakan suku, agama dan status sosial. Tercatat ada berbagai kasus hukum yang pernah ditangani oleh 15 LBH atas naungan YLBHI secara gratis mulai dari kasus perburuhan, penggusuran hingga kasus pemerkosaan.

WAJIB BACA :  Menurut Survey, Mayoritas Masyarakat Tak Setuju Isu PKI Bangkit!

Menurut penjelasan Asfinawati, YLBHI pernah menangani berbagai kasus yang berkaitan dengan persoalan poltik. Kasus tersebut diantaranya LBH mendampingi korban-korban kerusuhan Mei 1998 yang melibatkan warga etnis Tionghoa, kasus HR Dharsono seorang purnawirawan TNI AD yang menjadi salah satu tokoh 50 Petisi dan kasus Sri Bintang Pamungkas yang dituduh makar oleh pemerintah Orde Baru.

Sementara itu Asfianawati juga tidak menampik jika YLBHI juga mendampingi para penyitas tragedi Geakan 30 September PKI yang terjadi tahun 1965. LBH Jakarta melihat jika ada persoalan hukum yang harus diperjuangkan yakni banyaknya penyintas tragedi G30SPKI yang hak asasi manusiannya dilanggar. Maka dari itu YLBHI merasa mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pembelaan melalui aspek hukum.

Baca juga : Bukti Bau-bau PKI yang Dituturkan Oleh Kivlan Zein!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here