Jokowi Harus Berhati Hati dengan Panglima TNI?

0
2579
Jokowi
Copyright©tempo

Jokowi Harus Berhati Hati dengan Panglima TNI?

Indowarta.com – Rumor mengenai pembelian 5 ribu senjata yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo rupanya berbuntut panjang. Bahkan Menko Pohukam Wiranto sampai harus turun tangan untuk memberikn penjelasan.

Kendati demikian, Presiden Republik Indonesia, Jokowi, diminta berhati-hati dalam mengambil sikap terkait Panglima TNI tersebut.

Diketahui, Gatot menyampaikan isu pembelian 5 ribu senjta oleh institusi nonmiliter ini dalam forum internal di hadapan para purnawirawan. Kendati apa yang disampaikan Gatot hanya untuk internal, inti dari apa yang disampaikan itu kemudian bocor ke media sosial dan ramai dibicarakan.

Baca Juga Amien Rais Curigai Jokowi Akan Buat Versi Baru Film G30SPKI!

Lantaran hal itulah, Wiranto pada Minggu, 24 September 2017 kemarin menggelar konferensi pers khusus untuk menjelaskan duduk perkara mengenai isu tersebut. Dijelaskannya, lembaga yang memesan senjata adalah BIN, dan jumlahnya 500, untuk keperluan sekolah intelijen.

WAJIB BACA :  Tembakan Anak Panah Jokowi yang Mengawali Countdown Asian Games 2018!
Gatot
Copyright ©detik

Wiranto juga menyatakan pembelian senjata ke Pindad oleh instansi resmi merupakan hal yang biasa. Dia heran mengapa pembelian itu begitu mengundang polemik.

Menanggapi isu panas tersebut, Ketua Setra Institute Hendardi pun angkat bicara. Ia menyarankan Jokowi hati-hati menyikapi polemik yang bermula dari pernyataan Gatot tersebut. Menurutnya ada hal-hal lain yang harus dipertimbangkan.

“Presiden Jokowi mesti berhati-hati mengambil sikap atas Panglima TNI. Karena Panglima TNI sedang mencari momentum untuk memperkuat profil politik bagi dirinya…,” ujar Herdardi pada Senin (25/9).

Baca Juga Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Bandara Kedatangan Jokowi!

Selain itu ia juga menyatakan apa yang disampaikan Gatot merupakan bentuk pelanggaran karena dianggap membocorkan informasi intelijen.

WAJIB BACA :  Kasus Kaesang Dihentikan, Istana Tegaskan Tak Ada Intervensi!

“Pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tentang isu pembelian 5.000 pucuk senjata oleh institusi nonmiliter, rencana penyerbuan ke BIN dan Polri, merupakan bentuk pelanggaran serius Pasal 3 dan Pasal 17 UU 34/2004 tentang TNI..,” tambahnya.

Terkait pernyataan itu, Gatot menyebut apa yang disampaikan bukan untuk dikonsumsi publik. Menurutnya, itu hanya disampaikan kepada purnawirawan.

Gatot sendiri membenarkan kalau itu benar-benar apa yang dia katakan. Namun ia tidak pernah press release. Maka dari itu menurutnya tak perlu menanggapi itu.

“…Benar itu omongan saya, itu kata-kata saya, itu benar. Tapi saya tidak pernah press release, maka tidak perlu menanggapi itu,” ujar Gatot.

Baca Juga Berita Terkini: Jokowi Resmikan Tol Bawen-Salatiga!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here