BPJS Kesehatan Terancam Defisit Hingga Rp 9 Triliun!

0
853
bpjs kesehatan
Copyright©sindonews

BPJS Kesehatan Terancam Defisit Hingga Rp 9 Triliun!

Indowarta.com– Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menyebutkan bahwa terdapat kemungkinan mengalami selisih ketidaksesuaian (mismatch) antara uran yang telah didapatkan dengan biaya manfaat yang harus dikeluarkan sehingga akan menyebabkan defisit.

BACA JUGA : Terkait Kasus Bayi Debora, Kenapa Banyak Rumah Sakit Belum Kerjasama dengan BPJS Kesehatan?

Direktur Kepatuhan Hukum dan Hubungan antar Lembaga BPJS Kesehatan yakni Bayu Wahyudii ini telah mengatakan bahwa selisih dari anggaran tersebut telah terjadi lantaran nilali iurang yagn jauh di bawah standar yang sudah ditetapkan.

Bayu mengatakan bahwa bakan selisih tersebut akan bisa menyebabkan BPJS Kesehatan akan menelan defisit anggaran hingga Rp 9 triliun besarnya. Bayu di Gedung Kementerian Perdagangan pada hari Senin 25 September 2017 ini telah mengatakan “Ada ketidakseimbangan antara iuran dan pemakaian. Perhitungan kami ini bisa defisit sampai Rp9 triliun”.

WAJIB BACA :  BPJS Kesehatan Gelar Bulan Deteksi Dini Kanker!
BPJS Kesehatan
Copyright©beritamedan

Defisit ini sendiri telah diakui oleh Bayu diketahui dari hasil perhitungan aktuaria mengenai tarif iuran yang ideal. Berdasarkan dari perhitungan untuk saat ini, lemabaga pelayanan kesehatan masyarakat ini justru telah diketahui harus menanggung mismatch karena tarif dari iuran yang tidak mencapai keeknomian, khususnya adalah untuk para peserta golongan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

BACA JUGA : Begini Kronologis Kematian Bayi Debora Versi Rumah Sakit!

Bayu menuturkan “Perkiraan dari perhitungan, prediksi defisit mencapai Rp9 triliun. Ini kami tahu dari hasil hitung aktuaria dan akademisi, jelas bahwa dari awalnya sudah diperhitungkan akan terjadi ketidakseimbangan”.

Misalnya pada saat ini, Bayu telah mengatakan bahwa PBI pada saat ini hanya dikenakan iuran sebesar Rp 23 ribu per individu. Padahal berdasarkan dari aktuaria Dewan Jaminan Sosial Naisonal (DJSN) ini iuran yang ideal adalah sebesar Rp 36 ribu  untuk para peserta PBI.

WAJIB BACA :  Bagaimana Jadinya Jika BPJS Dan RS Swasta Berhenti Bekerja Sama ?

Lebih lanjut lagi, Bayu telah menyebutkan bahwa juga memperhitungkan iuran yang diberikan kepada pemegang kartu BPJS Kesehatan non PBI. Misalanya adalah untuk pemegang kartu kelas 1, mereka hanya dibebankan untuk membayar iuran dengan besaran Rp 81 ribu per bulan.

Oleh sebab itu Bayu telah berharap agar pemerintah nantinya akan bisa segera membantu untuk menutupi polemik defisit yang secara terus menerus dialami oleh lembaga bantuan kesehatan ini. Bayu mengatakan “Kami minta bantuan pemerintah saja agar bisa menutup kemungkinan defisit ini”.

baca juga : 

Hanya BPJS Kesehatan, Heboh Foto Ibu Gendong Jenazah Bayinya dengan Naik Angkot!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here