Puasa Sunnah Muharram Harus dilakukan Berturut-turut?

    0
    1824
    puasa sunah Muharram
    Copyright©Ist

    Puasa Sunnah Muharram Harus dilakukan Berturut-turut?

    Indowarta.com – Mungkin sebagian dari kita sudah mengetahui keutaman puasa Asyura. Namun ada keutamaan jika mengikutkan dengan puasa Tasu’ah yakni piasa pada tanggal 9 Muharram diantara tujuannya adalah menyelisihi Yahudi.

    Lantas bagaimana jika puasanya hanya sehari, yakni tanggal 10 Muharram saja?

    Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

    “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

    Baca Juga Niat Puasa Sunah Arafah, Keutamaan yang Begitu Luar Biasa Bagi yang Menjalankannya!

    Nabi SAW memiliki keinginan untuk berpuasa pada hari kesembilan (tasu’ah) sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut ini. Ibnu Abbs radhiyallahu’anhuma berkata saat Nabi SAW melakukan puasa hari Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya.

    puasa sunah Muharram
    Copyright©daboribo

    Saat itu ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan, “Apabila tiba tahun depan insya llah kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.

    Ibnu Abbas mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Nabi SAW sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134).

    Hukum puasa sunnah Muharram sehari saja, Ulama Hanafiyah menegaskan bahwa makruh hukumnya jika berpuasa pada tanggal 10 saja dan tidak diikutsertakan dengan tanggal 9 Muharram atau tidak diikutkan dengan puasa tanggal 11-nya.

    Baca Juga Pengertian, Hukum dan Keutamaan Puasa Sunah Tarwiyah 30 Agustus 2017!

    Sedangkan ulama Hambali tidak menganggap puasa sunnah muharram makruh hukumnya jika dikerjakan tanggal 10 saja. Sebagaimana pendapat ini menjadi pendapat dalam madzhab Imam Malik.

    Disebutkan oleh Imam Nawawi rhimahulullah bahwa Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq dan selainnya mengatakan bahwa anjuran (disunahkan) puasa sunnah muharram pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligis; karena Nabi SAW berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat berpuasa juga pada hari kesembilan.

    Kesimpulannya, tidaklah makruh melaksanakan puasa Asyura saja yaitu tanggal 10 tanpa diiringi tanggal 9. Namun lebih baiknya dua hari tersebut digabungkan untuk menyelisihi orang Yahudi. Jika tidak sempat tanggal 9 dan 10, maka bisa memilih tanggal 10 dan 11 untuk berpuasa. Karena tujuannya sama, agar puasa Asyura tersebut tidak menyerupai puasa orang Yahudi. Wallahu a’lam.

    Baca Juga Keutamaan dan Manfaat Puasa Sunah Arafah Dilihat Dari Sisi Agamis Maupun Medis!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here